373 Rumah Di VII Koto Terendam Banjir, Bupati Tebo : Minta Warga Waspada Banjir Susulan

Rumah warga di Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo yang terendam banjir. Banjir tersebut merupakan
air kiriman dari Sumatera Barat.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Akibat curah hujan yang tinggi serta air kiriman dari Sumatera Barat (Sumbar) mengakibatkan ratusan rumah warga dari 4 desa di kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo terendam banjir.

Selain itu juga, bebera jalan penghubung antar desa lumpuh total, sehingga warga yang ingin beraktivitas seperti petani, pedagang dan anak sekolah menjadi terganggu dan harus menggunakan perahu untuk melakukan aktivitasnya.

Adapun nama desa serta jumlah rumah yang terendam masing-masing desa di Kecamatan VII Koto ialah Desa teluk lancang 75 rumah, Kuamang 26 rumah, Teluk Kayu Putih 266 rumah dan Sungai Abang 6 rumah. Jadi total jumlah yang terendam sebanyak 373 rumah.

Robby, warga Teluk Kuali, merasa terkejut dengan banjir saat ini hanya hitungan jam rumah warga langsung terendam, karena pada tahun sebelumnya tidak pernah ada banjir seperti ini.

"Tahun kemarin dak ado kayak gini, kami terkejut jugo ko' air ini tiba-tiba sudah sampai kerumah cuma dengan hitungan jam," jelasnya.

Dikatakannya juga bahwa, penyebab air ini ialah dikarenakan air kiriman dari sumbar serta curah hujan yang cukup tinggi sehingga rumah warga cepat terkena banjir.

"Ini banjir kiriman, karena hanya hitungan jam air langsung naik dan bisa langsung turun," katanya.

Camat VII Koto, Alpian mengaku bahwa banjir ini termasuk banjir terbesar setelah kejadian sekitar 17 tahun silam, dan kini banjir tersebut kembali terulang.

"Dulu juga pernah ada, tapi sudah lama sekali, kalau yang ini banjir kiriman dari Propinsi tetangga," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tebo yang juga berada dilokasi banjir mengakui bahwa banjir yang datang ini adalah banjir kiriman, dan dari hasil pantauan menurut Bupati, air ini hanya numpang lewat saja karena hanya semalam air ini bisa kering dan semalam lagi kering.

"Ini jelas air kiriman, kerena dalam waktu semalam langsung bisa kering, tapi ini nampaknya akan terjadi pemeraan antara VII Koto Ilir serta tebo ilir, dan ini yang harus kia waspadai," ucapnya.

Untuk itu, Bupati Minta kepada Dadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo untuk standby, kemdian Dinas Sosnakertrans untuk mempersiapkan Baperstoknya dan langsung disalurkan kepada KK yang terkena musibah. (crew)

Related News