Petani Tinggalkan Kampung, Agen Karet Banyak Yang Bangkrut

Ilustrasi.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Nasib petani karet yang dirundung kesengsaraan ekonomi, belum ada tanda - tanda angin segar menuju perbaikan ekonomi yang lebih baik lagi. Pasalnya, Harga karet semakin hari kian menurun drastis.

Bayangkan saja, harga karet bantalan (Cor - red) di petani di wilayah Seberang aliran batang hari Kabupaten Tebo, saat ini hanya Rp 3800 per kg dan karet serak atau  mangkuk Rp 4500 per kg. Sementara di wilayah Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ulu dan Rimbo Ilir saat ini harga karet bantalan (Cor - red) Rp 4300 per kg dan karet serak atau mangkuk Rp 5300 per kg.

Dengan harga karet yang rendah seperti saat ini, para petani benar - benar sengsara kehidupannya, untuk kebutuhan hidup keluarga setiap harinya hanya pas-pasan alias kembang kempis. Bahkan, pada umumnya mereka ini dililit hutang akibat gali lobang tutup lobang.

Sementara itu, Ratno petani karet (35) warga Kelurahan Wirotho Agung Rimbo Bujang, pada teboonline.com  mengatakan,  sudah banyak warga atau petani karet terlebih warga yang berstatus hanya mocok atau mengupah menyadap karet, sudah banyak meninggalkan kampungnya pergi merantau untuk mencari pekerjaan. Selain merantau, mereka beralih profesi menjadi kuli bangunan dan lainnya.

”Benar, banyak warga petani karet terlebih pemocok penyadap karet di Rimbo Bujang, Rimbo Ulu, Rimbo Bujang dan lainnya di Kabupaten Tebo meninggalkan Kampungnya untuk mencari pekerjaan. Pasalnya, harga karet sudah parah kali anjloknya. Seperti Saya ini hidupnya terjerat hutang,” ungkap Ratno, dengan nada memelas, Kamis (21/1).

Sementara itu, Suntoyo (52) warga jalan Melati Desa Sukadamai Kecamatan Rimbo Ulu, yang berprofesi sebagai agen pengumpul karet kepada teboonline.com mengatakan, pihaknya membenarkan terpuruknya harga karet sampai saat sekarang ini berimbas terpuruknya ekonomi masyarakat disemua Sektor. Bukan hanya petani karet saja yang tercekik lehernya, bahkan agen karetpun sudah banyak yang gulung tikar.

”Terdeteksi debitor atau nasabah bank, penunggak terbanyak agen karet dan agen sawit. Bayangkan saja, harga karet di pabrik dalam kurun waktu 2 hari berturut - turut bisa mengalami penurunan. Dampaknya, agen karetpun mengalami kerugian, karena harga jual di pabrik tidak sesuai lagi dengan harga beli di petani,” ujar  Suntoyo.

Hal senada, disampaikan Istoro (45) agen karet dari Desa Sumber Sari Rimbo Ulu. ”Sudah banyak para agen karet banyak mengalami kebangkrutan, armada angkutan seperti Truk milik kami pun sudah banyak tergadai dan terjual. Bahkan, para agen karet dan sawit sebagai Debitor penunggak terbanyak di Bank, untuk membuka Rekening Koran tidak bisa lagi," keluh Istoro.

Menurut informasi dan data yang dihimpun teboonline.com di lapangan, sejak terpuruknya harga komoditi karet maupun sawit angka kriminalitas terus meningkat. Seperti pencurian getah karet di kebun milik warga, acap terjadi dimana - mana pada  malam hari. Seperti di Desa Sumber Sari Rimbo Ulu, marak kejadian pencurian getah Karet di Kebun pada malam hari, untuk mengantisipasi pencurian ini pemilik kebun terpaksa mengontrol dan menunggu kebunnya di malam hari. (asa/gus)

Related News