Otak Perampokan & Pembunuhan PNS Di Rantau Langkap Akhirnya Tumbang Ditangan Rekannya Sendiri

Satriadi alias Cat, otak pelaku dan pembunuhan PNS Syamsiah warga desa Rantau Langkap.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Otak pelaku perampokan dengan kekerasan yang mengakibatkan Syamsiah (50) warga Desa Rantau Langkap yang juga Pegawai Negeri Sipil
(PNS) tewas, otak pelaku tersebut berhasil ditangkap oleh jajaran
Polres Tebo, pada Sabtu (16/1) kemarin.

Satriadi alias Cat (35), warga Desa Telago Manis Kecamatan Tebo Ulu
Kabupaten Tebo, berhasil ditangkap dirumah sakit Jujuhan (Padang,red)
oleh pihak Kepolisian setelah dibacok oleh 5 orang preman.

Saat dikonfirmasi Kapolres Tebo melalui Kasat Reskrim AKP Sahlan,
membenarkan atas penangkapan pelaku pembunuhan den kekerasan tersebut,

"Ya benar, pelaku (CAT,red) yang juga sebagai DPO Polres Tebo sudah
kita tangkap," ungkap Sahlan

Dikatakan Sahlan, bahwa pelaku ditangkap di rumah sakit Jujuhan Padang
kerena mengalami luka bacok di bagian punggung dan bagian tubuh
lainnya.

Penangkapan berawal dari laporan  LP B/ 05 / I / Jambi / Res Tebo /
Sek Tebo Ulu yaitu telah terjadi keributan di desa Rambahan Kecamatan
Tebo Ulu Kabupaten Tebo, pada hari Sabtu pukul 09:00 Wib. Salah
seorang dikeroyok dan dibacok 5 orang preman.

Mendapat informasi dari warga, pihak Polres Tebo langsung menurunkan
anggota ke TKP. Tiba di TKP pihak Kepolisian mendapatkan informasi
warga setempat bahwa korban pembacokan tersebut ialah CAT salah
seorang DPO dengan kasus pencurian dengan kekerasan dan Pencurian
dangan pemberatan.

"Informasi dari warga setempat korban (CAT,red) ialah orang kita cari
selama ini, dan korban juga merupakan residivis," jelasnya.

Pengroyokan tersebut berawal saat korban Cat bersama temannya Saprinur
dengan membawa senjata laras panjang kecepek dan parang mengejar
Kamal dan Baidullah karena tidak membayar hutang. Namun, karena
keduanya berlari dengan cepat, sehingga korban kehilangan jejak.

Karena kehilangan jejak, Lalu korban dan Saprinur kembali ke rumah.
Setengah jam kemudian, dua orang yang dikejar korban tadi membawa
rekannya mendatangi korban membawa parang dan golok, lalu terjadilah
perlawanan dari korban dengan cara menodongkan senjata kecepek ke arah
Kamal yang saat ini menjadi Tersangka, lalu Tersangka Kamal memukul
senjata kecepek dengan sepotong kayu sehingga senjata kecepek tersebut
meletus dan terjatuh di pinggir jalan.

Karena kalah jumlah, korban langsung lari namun sial korban terjatuh,
barulah terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh lima tersangka
mengakibatkan korban mengalami luka serius pada bagian kepala,
punggung, tangan dan kaki.

Kemudian 2 orang Tersangka lainnya juga terluka yaitu Tsk Kamal luka
pada bagian pergelangan tangan kiri akibat terbacok oleh Tsk Kasmin
dan tsk Ridwan mengalami luka pada bagian pipi kiri arah ke leher
sebelah kanan akibat sabetan balasan dari korban.

"Atas kejadian tersebut korban sedang di rawat di RSUD Sutan Thaha
Saifudin Muara Tebo. Dan 2 org TSK an. Kasmin dan Muslim diamankan di
Polres Tebo untuk proses sidik lebih lanjut. Sedangkan Tsk 1 org lagi
an. Baidullah melarikan diri," ungkap Sahlan.

Kelima tersangka yaitu Kamaludin Als Kamal Bin M. Kasim (30) Desa
Medan Seri Kecamatan Tebo Ulu, Ridwan Als Wan Bin M. Kasim (36) Desa
Meda Seri Kecamatan Tebo Ulu, Kasmin Bin M. Kasim (32) warga Desa Meda
Seri Tebo Ulu, M. Muslim Bin Efendi (24) warga Dusun Tanah Genting
Rt.008 Desa Rantau Langkap Tebo Ulu, dan Baidullah Bin M. Kasim (DPO)
(40) warga Desa Medan Seri Tebo Ulu akan dijerat dengan Pasal 170 ayat
(1), ayat (2) ke-1, ke-2 KUHP jo pasal 351 ayat (1) dan ayat (2) KUHP.
Ancaman hukuman maksimal 9 tahun.

"Dari lima tersangka 2 masih dirawat di rumah sakit, 2 tsk lagi sudah
kita amankan di Polres Tebo sedangkan satu lagi masih DPO," ucap
Sahlan.

Dari kejadian tersebut, juga diamankan barang bukti berupa 1 pucuk
senpi laras panjang rakitan jenis kecepek warna hitam masih aktif dan
tanpa amunisi, 1 bilah golok beserta sarung golok warna cokelat, 1
unit HP merk Nokia warna hitam, dan 1 buah selongsong peluru warna
kuning merk PIN cal 9 mm.

Saat ditanya apakah korban saat ini sudah bisa dimintai keterangan,
Sahlan mengatakan belum bisa dimintai keterangan karena korban tengah
dirawat di RS.

Korban Satriadi alias cat yang merupakan pelaku perampokan dengan
kekerasan yang menyebakan kematian pasal 363, dan pasal 365 tentang
Pencurian dengn kekerasan, dan UU no 12 1991 tentang pasal 1
kepemilikan senjata api, akan dikenakan hukuman penjara selama 10
tahun. (crew)

Related News