Saturday, January 9, 2016

TEBOONLINE.COM, TEBOULU – Sikap arogansi pejabat public kepada para pencari berita, kembali diperlihatkan oleh seorang Kepala Desa di Kabupaten Tebo. Kali ini, dilakukan oleh Kades Pulau Panjang Kecamatan Tebo Ulu, Afrizal.

Aksi kekerasan tersebut menimpa tiga orang Wartawan liputan Kabupaten Tebo yakni Andesma dan Deni Kumbara Wartawan koran mingguan Stikor News serta Indra, Wartawan koran mingguan Indo Publik.

Berdasarkan informasi yang diterima Teboonline.com, ketiga Wartawan tersebut saat itu tepatnya Minggu sore (9/1) sekitar pukul 15.30 wib sedang bertugas meliput berita terkait perkembangan informasi yang didapat di desa Pulau Panjang. Untuk perimbangan berita, ketiga Wartawan tersebut mendatangi kediaman rumah Kades Pulau Panjang untuk konfirmasi.

Sesampainya disana, ketiga Wartawan tersebut diterima oleh Kades dan didalam rumah Kades, proses konfirmasi pun berlangsungg. Namun, ditengah – tengah konfirmasi tersebut, tiba – tiba Istri Kades mengatakan kepada ketiga Wartawan tersebut dengan kata – kata “Kalian Ngrekam Yo”, sambil melihat alat perekam milik Wartawan yang diletakan diatas Meja.

Kemudian, sang Kades pun langsung menyambung ucapan Istrinya tersebut dengan mengambil alat perekam tersebut kemudian langsung membanting alat perekam tersebut ke lantai rumahnya.

“Alat perekam sayo dibanting dan hancur dibanting samo Kades Afrizal itu,” ujar Indra, pemilik perekam tersebut menceritakan kronologis yang baru saja menimpanya saat menjalankan tugas profesionalnya sebagai seorang Jurnalistik.

Setelah mengalami aksi kekerasan dari Kades Pulau Panjang itu, lanjut Indra lagi, dia bersama dua rekannya langsung pergi dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tebo Ulu.

“Kami sudah buat laporan ke Polsek Tebo Ulu dan Polisi juga sudah menyita alat perekam yang hancur itu dari tangan Kades, karena habis dibanting itu alat perekam langsung dirampas sam Kades,” pungkas Indra. (crew/us)