Tuesday, January 26, 2016

Kadis DIKBUDPORA Tebo Zulkipli saat tinjau salah satu SMP.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Untuk menjamin kesiapan pelaksanaan Kurikulum 2013 (K13) pada jenjang pendidikan tingkat SMP di Kabupaten Tebo, Dinas Pendidikan
Kebudayaan Pemuda Dan Olah Raga (Dikbudpora) Tebo mengadakan penguatan
pendampingan terhadap peserta.

Pasalnya, pada 2019 nanti seluruh sekolah akan diwajibkan melaksanakan
K13 yang sekarang sedang digodok menjadi kurikulum nasional. Hal itu
diakatakan A. Abrar Kasi Kurikulum Dikbudpora Tebo.

Dijelaskannya, penguatan pendampingan yang dilakukan Dengan dua pola, yaitu
in house dan on house training. "In house yakni memberikan penguatan dan
pendampingan terhadap peserta. Sedangkan On house training yakni
mempraktekan materi yang didapat pada in house training," terang Abrar pada Teboonline.com, Selasa (26/1).

Lebih jauh dijelaskan Abrar, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk
menyatukan pemahaman antara pengawas, kepala sekolah, guru dan tenaga
kependidikan. Selain itu, kata dia, untuk memberikan penguatan dalam
persiapan pembelajaran, pelaksanaan, modelling dan penilaian.

Dijelaskannya juga, ada tiga lokasi pelaksana kegiatan diantaranya, induk
cluster yang ditempatkan di SMPN 3 Tebo dengan sekolah imbas SMPN 18 Tebo
dan SMPN 30 Tebo. Selanjutnya, Induk cluster SMPN 12 TeBo dengan sekolah
imbas SMPN 22 dan SMPN 37. Kemudian, induk cluster SMPN 1 Tebo dengan
sekolah imbas SMPN 36 dan SMPN 24.

"Untuk Induk cluster SMPN 3 Tebo sudah dilaksanakan pada Sabtu (16/1)
kemarin. Untuk Induk cluster SMPN 12 Tebo dilaksanakan pada Sabtu (23/1).
Sedangkan induk cluster SMPN 1 Tebo Akan dilaksanakan pada Sabtu (30/1)
nanti," bebernya.

"Instruktur pendamping terdiri dari guru-guru terbaik di Kabupaten Tebo
dari 9 mata pelajaran dan 2 orang dari pengawas. Saya sebagai kasi
kurikulum sebagai penanggungjawab kegiatan," katanya.

Sementara, Zulkifli Kepala Dinas Dikbudpora Tebo mengatakan, dirinya sangat
mensupport kegiatan persiapan pelaksanaan K13. Bahkan pada tahun 2015
kemarin, dirinya telah meganggarkan persiapan pelaksanaan K13 untuk buku
dan pelatihan guru sebesar Rp 3,9 Milyar.

"Saya sangat antusias dengan K13 yang kedepan akan menjadi kurikulum
nasional, karena konsep dasarnya adalah menciptakan individu yang mandiri.
Oleh karenanya kepada guru-guru agar bisa memahami dan mengimplementasikan
konsep dasar ini degan mengajarkan keterampilan menganalisa, memecahkan
masalah dan melaksanakannya dalam suatu pekerjaan," kata Kadis.

Untuk itu, Kadis berharap pada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan
persiapan K13 dengan sebaik-baiknya. "Nantinya, bagi guru terbaik akan kita
kirim untuk kegiatan sejenis di tingkat yang lebih tinggi, bahkan ke
jenjang nasional," tuntasnya. (crew)