Camat Rimbo Bujang Tegaskan, Generasi Muda jangan Tergiur Rayuan Organisasi Radikal

SUKIMAN.
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Santernya dalam pemberitaan, di media electronik, Online, Cetak, Ssosial media dan lainnya, terkait munculnya Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), membuat berbagai elemen anak bangsa angkat bicara. 

Terpantau yang mengaku Gafatar Kabupaten Tebo, sudah pernah melakukan audiensi di Kecamatan Rimbo Bujang beberapa waktu yang lalu. Seperti, menggelar bhakti sosial Kesehatan masyarakat kerjasama GAFATAR dengan Puskesmaas Rimbo Bujang II dan GAFATAR menggelar bhakti sosial Gotong royong dengan masyarakat Desa Perintis.

Namun, keberadaan Gafatar Tebo ini masih terus dipantau dan diselidiki oleh pihak pemerintah  dan instasi terkait terkait sepak terjang Gafatar di Kabupaten Tebo.

Camat Rimbo Bujang, Sukiman,SP,MM di konfirmasi teboonline.com menyebutkan, Terkait hebohnnya Gafatar dalam pemberitaan di Media pihaknya mengambil langkah antisifatif dengan mengeluarkan pemberitahuan kepada Lurah, Kades untuk memantau terus keberadaan Gafatar dan potensi bisa munculnya Organisasi terlarang lainnya, di wilayah Kecamatan Rimbo Bujang.

”Kita sudah membuat instruksi dan perintah melalui Surat, yang ditujukan kepada Lurah dan Kades se Rimbo Bujang, untuk dapat memonitor keberadaan Gafatar dan munculnnya Organisasi Radikal lainnya yang dapat merusak sendi - sendi kehidupan masyarakat di Kabupaten Tebo. Kepada Generasi Muda, jangan tergiur dengan rayuan Organisasi yang menyesatkan,” ungkap Camat Rimbo Bujang Sukiman, Kamis (21/1).

Hal senada, disampaikan Kasi Tramtib Rimbo Bujang Bambang Irwanto, membenarkan Camat Rimbo Bujang menyampaikan surat edaran kepada Kades dan Lurah, agar memantau gerakan Organisasi terlarang yang ada di wilayahnya.

”Dihimbau kepada masyarakat supaya berhati-hati yang mempunyai anak remaja baik yang masih Kuliah maupun tidak, agar berhati - hati jangan sampai mau menerima Rayuan manis  dari Organisasi yang tidak jelas yang bisa menyesatkan, seperti Gafatar dan Organisasi terlarang lainnya," tandas Bambang. (asa/zam)

Related News