Terserang DBD, Dua Balita Tewas Di Rimbo Ulu


TEBOONLINE.COM, RIMBOULU - Dua anak balita meninggal dunia, diduga akibat diserang penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Masing - masing korban yakni Jiko (6) bulan Bin Roni warga Jalan Serayu Desa Wanareja dan Nopal Bin Usnul (2,5) tahun Warga Desa Wanareja Kecamatan Rimbo Ulu.

Kades Wanareja melalui Kaur Keuangan dikonfirmasi mengatakan, pihaknya membenarkan dua anak balita warganya meninggal dunia, akibat diserang penyakit demam berdarah. 

”Benar, dua anak balita warga kami meninggal dunia menjadi korban serangan penyakit demam berdarah,” jelas Jundi pada Teboonline.com, Kamis (25/12).

Kepala Puskesmas Desa Sumber Sari Kecamatan Rimbo Ulu, Slamet dikonfirmasi mengatakan, membenarkan ada dua anak balita meninggal dunia akibat terserang demam berdarah. Namun, kedua korban tersebut tidak sempat dirawat di Puskesmas Desa Sumber Sari dan langsung keluarganya membawa korban ke rumah sakit di Muara Bungo.

”Setelah kita mendapat informasi, kita beserta pihak terkait melakukan pengecekkan ke TKP untuk mengambil langkah antisipasi penyebaran demam berdarah di tengah masyarakat,” terang Slamet.

Ditambahkannya, pihak Puskesmas Sumbersari dan pihak terkait mengambil langkah positif, terkait demam berdarah di Desa Wanareja dan sekitarnya seperti menggelar sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran DBD, pemberian ABATE dan melakukan Fogging atau penyemprotan lingkungan masyarakat.

”Benar, hari ini (24/12) kita melakukan Fogging diloksi Desa Wanaja dan sekitarnya,” ungkap Slamet.

Untuk diketahui, gejala demam berdarah umumnya akan terlihat pada tiga hingga empat belas hari setelah masa inkubasi dan biasanya diawali dengan demam tinggi yang bisa mencapai suhu 41 derajat celsius. Masa inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh sampai gejala pertama muncul.

Penyebab utama penyakit DBD adalah virus dengue dan menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Artinya DBD tidak bisa menular langsung dari seseorang ke orang lain tanpa perantara nyamuk tersebut. Nyamuk Aedes aegypti biasanya berkembang biak di daerah berpenduduk tinggi (Seperti di kota-kota besar_red) dan pedesaan yang memiliki iklim lembap serta hangat.

Dihimbau kepada masyarakat, agar membersihkan lingkungan tempat tinggal seperti mengumpulkan barang bekas yang bisa mengandung dan menampung air dan menguburnya, membersihkan got atau saluran air dan menyemprot dengan tepung ABATE di tempat lembab yang menjadi sarang nyamuk.Usahakan tidur menggunakan kelambu dan lainnya.

Bagi masyarakat, yang anggota keluarganya ada mengalami deman atau suhu badannya cukup tinggi, agar segera membawanya berobat ke Puskesmas atau Klinik terdekat (sumber Dinkes). (asa)

Related News