Wednesday, December 2, 2015


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - M.Isya, Kabag Kesramas Setda Tebo merasa keberatan jika pelaksanaan sidang isbat yang digelar Pengadilan Agama Tebo menggunakan Anggaran APBD Tebo. Pasalnya, persoalan sidang isbat untuk pasangan yang belum resmi menikah dan tidak memiliki buku nikah bukanlah urusan Kesramas.

"Itu persoalan kecil, masak harus pake dana APBD. Saya yakin warga masih sanggup kok. Kalau memang perlu dana, harusnya merekalah yang mengajukan ke pusat, bukan mengharapkan dari Pemkab," terang M Isya kepada Teboonline.com, Rabu (2/12).

Menyoroti soal itu lagi, M.Isya jelas tidak setuju. Pasalnya jika untuk kegiatan seperti itu menggunakan dana APBD tentu sangat mubazir. Lebih baik kata dia dana yang ada digunakan untuk kebutuhan yang sifatnya mendesak. 

"Masih banyak program penting lainnya yang butuh perhatian. Kita ingin dana dari APBD tersebut mengarah dan tepat sasaran," pintanya.

Jadi sambung M.Isya sejauh ini pihaknya sama sekali belum mengusulkan anggaran program tersebut. Jika program ini nantinya tetap disetujui menggunakan anggaran APBD dikuatirkan Kesralah yang bakal kelimpungan.

"Merekakan bisa ajukan menggunakan dana pusat. Lebih bagus anggaran yang ada digunakan kegiatan sosial lainnya yang lebih penting," pintanya.

Sementara itu, Asrori Humas Pengadilan Agama Tebo sebelumnya pernah menyampaikan jika kegiatan ini sudah diusulkan ke DPRD. Ia mengakui jika kegiatan ini dananya bersumber dari APBD. Kendati demikian ia belum bisa memastikan apakah usulan tersebut bakal disetujui.

"Kita masih nunggu keputusan dewan. Programnya sudah kita usulkan, makanya untuk sekarang kita belum eksen," terang Asrori saat dihubungi via telepon beberapa waktu lalu.

"Kita sifatnya hanya membantu dan memfasilitasi warga Tebo yang ingin memiliki buku nikah," timpalnya lagi.

Untuk diketahui berdasarkan data yang dirangkum Dinas Kependudukan dan Capil, Tebo menyebutkan dari 15 ribu jiwa warga Tebo yang wajib memiliki KTP-el, baru 70 persen yang sudah memiliki KTP-el. Sedangkan untuk sisanya warga harus bersabar menunggu menunggu proses sidang
isbat yang bakal digelar pihak Pegadilan Agama (PA) Tebo.

Bekti Fery, Kabid Dukcapil, Dinas Pendudukan Dan Capil Tebo menerangkan, kendala warga yang belum memiliki KPT-el saat ini adalah, belum dilakukannya sidang isbat. Pasalnya 30 persen yang yang tidak punya KTP-el ini rerata tidak punya buku nikah. 

"Padahal masalah ini (Sidang Isbat'red) sudah dibahas dengan pihak Kemenag dan Pengadilan Agama, tapi eksennya sampai kini belum ada juga," kesal Bekti menanti kejelasan sidang Isbat. (us)