Realisasi ADD Desa Sumber Sari Rimbo Ulu Disorot, Diduga Ada Mark Up

Gorong-gorong: Pembangunan Gorong-gorong di desa Sumber Sari Rimbo Ulu yang dibiayai dari Dana Desa
Sumber Sari senilai Rp 20 Juta. Dalam pembangunannya, diduga kuat ada Mark Up anggaran.

Baru dibangun, Coran bibir Gorong-gorong nyaris  longsor sehingga ditopang dan ditahan
dengan kayu besar.
TEBOONLINE.COM, RIMBOULU - Masyarakat desa Sumber Sari Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, menilai bahwa realisasi Alokasi Dana Desa (ADD) di desa Sumber Sari tidak transparan.

Pasalnya, ada beberapa titik alokasi realisasi dana desa dibidang infrastruktur seperti pemasangan Gorong-gorong di jalan Jayapura desa Sumber sari tepatnya didekat Lapangan jalan Mataram.

Menurut warga setempat yang enggan disebut namanya pada Teboonline.com mengatakan, pembangunan Gorong-gorong tersebut tumpang tindih karena berada di jalan Kabupaten sebagai penghubung antar Kecamatan.

Tidak hanya itu saja, papan nama sebagai pertanda disana ada pembangunan Gorong-gorong yang dananya bersumber dari Dana Desa, juga tidak dipasang.

Menurut informasi, pembangunan Gorong-gorong tersebut, oleh Kades Sumber Sari Masandi dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dianggarkan senilai Rp 20 Juta.

''Pembangunan Gorong-gorong jalan Jayapura itu di Mark Up atau digelembungkan nilainya, saya tahu persis, yang dipasang ada 9 batang gorong-gorong dengan diameter 1 meter,' tidak mungkin akan menghabiskan biaya sebesar Rp 20 Juta, warga menyimpulkan pembangunan gorong-gorong itu pun tidak sampai menghabiskan  biaya sebesar Rp 8 Juta,'' ujar warga ini mengungkapkan, Minggu (6/12).

Pemasangan Gorong-gorong tersebut lanjut warga ini, terkesan amburadul. Pasalnya, pembuatan pagar atau bibir gorong-gorong yang dicor tidak begitu kuat untuk menahan, sehingga pada sebelah utara gorong-gorong, retak dan akan longsor.

''Coran gorong-gorong sebelah utara ini saya tahan dengan kayu besar, kalau tidak saya kasih kayu, ini sudah ambrol dari kemarin,'' terang warga ini lagi.

Warga ini juga mengungkapkan kalau biaya sewa eksapator sebesar Rp 1,5 Juta untuk menggali kedalaman 2 meter dengan lebar sekitar 6 meter.

''Biaya sewa eksapator diduga juga di Mark Up, menggali jalan itu paling 2 jam dan sewa/jamnya Rp 400 Ribu, la ini kok sampai Rp 1,5 Juta,'' tutur warga ini dengan detail.

Sementara itu, Kades Sumber Sari, Masandi saat dikonfirmasi Teboonline.com membenarkan bahwa pembangunan Gorong-gorong tersebut senilai Rp 20 Juta.

Sekretaris BPMPD Kabupaten Tebo, Suyadi saat dimintai tanggapannya terkait tumpang tindihnya alokasi ADD di jalan Kabupaten, Suyadi mengatakan bahwa hal itu tidak masalah sepanjang alokasi tersebut masuk dalam RPJMDes. (pri) 

Related News