Makam Keramat Gung Garang & Gung Hitam Di Desa Teluk Kuali Berusia Ratusan Tahun, Ramai Dikunjungi Peziarah

Makam keramat Gung Garang dan Gung Hitam di desa Teluk Kuali, makan kedua hulu balang ini selalu dikunjungi
oleh para peziarah baik itu warga lokal maupun dari luar. 

TEBOONLINE.COM, TEBOULU - Makam Keramat Gung Garang dan Gung Hitam, sudah berusia 200 tahun lebih yang terletak di atas puncak Bukit Tempurung, dengan ketinggian 30 meter,  tepatnya berada di Desa Teluk Kuali Seberang Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. 

Makam Kuno ini, sejak dulu ramai di kunjungi oleh peziarah yang datang dari Kabupaten Tebo, Jambi, Pulau Jawa, Pulau Sumatera bahkan ada yang datang dari negeri tetangga seperti Malaysia dan Brunai Darussalam.

Hikayat dan ceritera rakyat setemat, Gung Garang dan Gung Hitam merupakan saudara kandung. Gung Garang saudara tua dan Gung Hitam saudara muda. Mereka adalah Hulu Balang gagah perkasa dimasa zaman kejayaan Sultan Taha Syaifudin Jambi.

Mereka Hulu Balang yang terkenal gagah berani dan sakti mandra guna serta arif bijaksana dan suka menolong dan membela kebenaran. 

“Benar, menurut ceritera orang tua disini, Gung Garang dan Gung hitam dimasa hidupnya gagah berani dan mempunyai kesaktian diantaranya bisa berjalan di atas air, bisa menundukkan binatang buas seperti Harimau dan binatang buas lainnya. Selain kesaktian tersebut, Hulu Balang ini masih banyak memiliki kesaktian yang lain,“ ungkap Husni (40), warga Desa Teluk Kuali yang mengaku masih keturunan ke 4 dari Hulu Balang Gung Garang dan Gung Hitam, pada Teboonline.com, Kamis (17/12).

Imbuh Husni, dirinya merupakan keturunan Pasirah H.Bau Husin. Sedangkan H.Bau Husin merupakan Keturunan yang kedua dari Hulu Balang Gung Garang dan Gung Hitam. Makam Keramat Gung Garang dan Gung Hitam pada setiap hari tertentu dan hari biasa tetap ada pengunjungnya untuk berziarah. Para peziarah ada yang niatnya melepas nazar karena sukses sebagai pejabat dan nazar lainnya.

“Ya, hari biasa tetap ada orang berziarah ke Makam Gung Garang dan Gung Hitam, apa lagi khusus memasuki bulan Suci Ramadhan dan usai lebaran Idul Fitri Makam ini dipenuhi oleh peziarah. Bahkan Makam ini juga pernah dikunjungi oleh peziarah yang datang dari luar Kabupaten Tebo, juga ada yang datang dari negeri jiran kita,“ tutur Husni, yang nota bene tokoh masyarakat Tebo Ulu.

Merupakan masukan atau input, ujar Husni, untuk Pemkab Tebo supaya  lebih gencar lagi menggali potensi bersejarah yang ada di kabupaten Tebo.

“Cagar alam, petilasan sejarah peradaban msyarakat dimasa lalu, maupun Makam tua bersejarah perlu dirawat dan dilestarikan. Peninggalan Sejarah, selain bisa dijadikan Objek Wisata dan untuk di kenang dan diketahui anak cucu dimasa mendatang,“ pungkas Husni. (asa)

Related News