Wednesday, December 16, 2015

Gorong - gorong yang dibangun dengan Dana Desa di desa Sumber Sari yang diduga ada Mark Up biaya,
atas dugaan ini, Kades Sumber Sari Masandi dilaporkan ke Kejari Tebo.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Kades Sumber Sari Kecamatan Rimbo Ulu, Masandi Selasa kemarin (15/12) dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari_red) Tebo atas dugaan penyimpangan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa (ADD/ADD).

“Kita atas nama suara dari masyarakat desa Sumber Sari telah melaporkan secara resmi Masandi selaku pejabat Kades Sumbe Sari ke Kejari Tebo,” ujar Irwan, Ketua DPP LSM Panglimo Djoenid Kabupaten Tebo pada Teboonline.com, Rabu (16/12).

Selaku pejabat dan Kepala Pemerintahan Desa lanjut Irwan, Masandi telah merugikan masyarakatnya dengan tindakannya melakukan dugaan penyimpangan ADD dan DD melalui proyek ADD/DD bidang pembangunan Gorong – gorong di jalan Jayapura yang didalamnya ada kuat dugaan penggelembungan (Mark Up_red) biaya.

“Kita serahkan kepada aparat penegak hukum dalam hal ini adalah pihak Kejaksaan Negeri Tebo untuk memeriksa dan mengusut Kades Masandi hingga tuntas, kita tidak mau ada pembodohan kepada masyarakat dalam realisasi ADD/DD di desa Sumbe Sari,” terang Irwan lagi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, masyarakat desa Sumber Sari dihebohkan dengan kabar berita tentang adanya Mark Up pembangunan Gorong – gorong di jalan Jayapura yang sampai menelan biaya Rp 20 Juta dari Dana Desa.

Sementara, jika dilihat langsung oleh mata, hasil pekerjaan tersebut hanya menelan dana berkisar Rp 5 sampai 6 juta. Bahkan, alokasi proyek tersebut terkesan tumpang tindih dimana proyek DD tersebut alokasinya di jalan Kabupaten. (crew)