Monday, December 28, 2015

Massa HMI saat orasi di pintu gerbang kantor Bupati Tebo.

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Belasan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tebo turun melakukan aksi demo di Kantor Bupati Tebo, Senin (28/12). Dalam aksinya HMI Tebo meminta H Sukandar selaku Bupati Tebo untuk mundur dari jabatannya.

"Kalau tidak memberikan solusi dan penjelasan ke kami mundur saja dari Bupati. Tebo saat ini seperti Kecamatan, tidak seperti kota Kabupaten, terutama jalan jalur dua yang sudah rusak," ujar Resy, saat orasi di pintu gerbang masuk kantor Bupati Tebo.

Para pendemo yang membawa karton dan bendera HMI ini terus berorasi menuntut Bupati Tebo H Sukandar untuk segera menemui mereka, banyak hal yang dipaparkan, namun yang paling ditekankan ialah mengenai pembangunan jalan dua jalur yang baru saja dibangun namun sudah banyak rusak dan di tempel.

Tidak itu saja, masa HMI juga meminta kepada Pemda untuk menjadikan lapangan Merdeka sebagai Taman Kota (Icon Kab Tebo). Selanjutnya, minta kepada Pemda Tebo untuk mengatasi persoalan harga getah karet yang kian anjlok. Seterusnya, masa HMI meminta kepada Dinas Perkebunan menuntut kasus sengketa lahan masyarakat Desa Muara Ketalo dengan PT. Makin.

Beberapa menit orasi, tidak tampak tanda-tanda Bupati Tebo H Sukandar maupun perwakilan dari Pemkab Tebo, bakal menemui para pendemo. "Ayo kita dobrak saja kawan-kawan,"ujar salah satu pendemo mendesak menemui Bupati Tebo.

Meski sudah mengancam akan mendobrak pintu gerbang masuk kantor Bupati Tebo, namun tetap saja tidak ada tanda-tanda Bupati Tebo maupun perwakilan dari Pemkab Tebo yang menjumpai pendemo.

"Masa sama mahasiswa saja Bupati takut bertemu. Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi. Kalau tetap tidak mau, kami akan membuat rekomendasi hingga ke provinsi," teriak pendemo lagi.

Kesal tidak ditemui Bupati ataupun perwakilan dari Bupati Tebo, akhirnya massa HMI Tebo melakukan aksi long march ke kantor DPRD Tebo. Dengan tuntutan yang sama, masa HMI minta kepada DPRD Tebo untuk memfasilitasi pertemuan dengan Sukandar untuk melakukan audiensi.

Tidak sampai 15 menit gelar orasi, akhirnya dua orang anggota dewan bersedia menjumpai masa di depan kantor DPRD Tebo. "Apa yang adik-adik mahasiswa sampaikan, sudah kita sampaikan ke Bupati. Dan kami berjanji akan menyampaikan aspirasi adik-adik kembali," ujar Najib didampingi Husni anggota DPRD Tebo.

Usai mendapat kesepakatan, akhirnya belasan masa HMI Cabang Tebo membubarkan diri. Sementara, informasi yang dihimpun Teboonline.com menyebutkan, jika disaat masa HMI Cabang Tebo gelar aksi demo di kantor Bupati Tebo, Sukandar Bupati Tebo tengah tidak berada di kantor. (us/crew)