Wednesday, December 30, 2015

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Dari hampir lima puluh unit jumlah Tower Base Transceiver Station (BTS) milik Provider yang tersebar di Kabupaten Tebo, hanya beberapa diantaranya izinnya masih hidup. Sementara, puluhan tower BTS yang lainnya, izinnya sudah mati.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Kantor Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Perizinan Terpadu (KPMD dan PPT) Kabupaten Tebo, Suhud. Dia menjelaskan, habisnya izin tower BTS tersebut seperti surat izin gangguan atau HO (Hinderordonnantie_red).

“Hanya ada beberapa tower provider tahun 2014 kemarin memperpanjang surat izin gangguan, seperti tower BTS di Rimbo Bujang. Disana ada yang milik pribadi dan perusahaan, diantaranya sudah memperpanjang,” terang Suhud, Rabu (30/12) saat dikonfirmasi Teboonline.com.

Itu artinya lanjut Suhud, banyak tower BTS milik para provider di Kabupaten Tebo izinnya sudah mati. Karena mereka (Pemilik BTS_red), kebanyakan hanya saat pertama kali akan mendirikan tower BTS mengurus izinnya. Padahal, sesuai Perda yang ada di Kabupaten Tebo, surat izin gangguan berdirinya tower BTS masa aktifnya selama tiga tahun.

“Sesuai Perda, mereka harus memperpanjang surat izin gangguan tiga tahun sekali.” katanya lagi.

Namun masih kata Suhud, pihaknya berjanji akan mengirimkan surat peringatan kepada para pemilik tower BTS provider tersebut. Suhud juga mengakui bahwa pihaknya sudah pernah mengirimkan surat peringatan terkait habisnya izin tersebut, namun dari pihak Provider sendiri, belum ada memberikan jawaban.

Namun Suhud lebih jauh menjelaskan terkait izin operasional tower BTS provider, sesuai Permendagri nomor 27 tahun 2009, izin gangguan dibuat sekali dan berlaku untuk selamanya. Mungkin saja, para pemilik provider ini mengacu kepada aturan yang tertuang pada Permendagri tersebut sehingga para pemilik provider tersebut kemudian tidak memperpanjang izin gangguan. (crew/us)