Tuesday, December 22, 2015


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Angka perceraian di Kabupaten Tebo dari Tahun ketahun terus bertambah. Hal tersebut sesuai dengan data perkara masuk kepengadilan agama kabupaten Tebo terkait masalah perceraian yang terus menerus mengalami peningkatan.

Panitera muda (Panmud) Hukum pengadilan Agama Tebo Nur Amri, saat dikonfirmasi Teboonline.com mengenai angka perceraian di kabupaten Tebo mengatakan, untuk tahun ini angka perceraian ada peningkatan apabila dilihat dari perkar ayang masuk ke pengadilan. 

Dan Semua perkara yang masuk secara keseluruhan pada tahun sebelumnya atau tepatnya di tahun 2014, ada 306 perkara dengan sisa perkara yang belum selesai tinggal 14 perkara. sedangkan untuk tahun ini, perkara yang ada sebanyak 347 ditambah sisa perkara di tahun sebelumnya (2014, red) ada sebanyak 388 perkara dan untuk sisa ditahun ini ada sebanyak 45 perkara.

"Intinya, pada tahun ini apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, untuk Presentasi angka perkara perceraian mengalami kenaikan sebesar 13 persen," ungkapnya.

Saat ditanya apa sebab terjadinya masih ada perkara yang belum selesai, Nur Amri menjelaskan hal tersebut terjadi disebabkan oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah pelaporan perkara yang masuk pada saat memasuki akhir tahun.

"Tidak selesainya perkara ini dikarenakan permasalahan perkara yang masuk ke pengadilan agama sudah mendekati akhir tahun 2015, jadi untuk itu akan diselesaikan pada tahun selanjutnya," jelasnya.

Presentase terjadinya perceraian, lanjutnya, sebagian besar masalah perceraian tersebut dominan terjadi dikarenakan ada yang Tidak bertanggung jawab dipermasalahan ekonomi dan tidak memiliki hubungan yang harmonis.

"Untuk rincian dibeberapa bagian masalah perceraian dikarenakan masalah Ekonomi yang berjumlah 12 perkara, gangguan pihak ketiga sebanyak 52 perkara, Tidak ada keharmonisan (perselisihaan) sebanyak 108 perkara, dan tidak ada tanggung jawab (Meninggalkan kewajiban_red) sebanyak 108 perkara," tandasnya. (crew)