Woow.... Masuk Jadi Pegawai Honorer Di Tebo Bayar Rp 20 Juta


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Dipenghujung tahun 2015 ini, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tebo yang sedang terseok-seok menyerap anggaran APBD 2015, diisukan ada oknum yang melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap penerimaan tenaga honorer disejumlah SKPD maupun instansi yang ada dilingkungan Pemda Tebo.

Kabar yang berembus, tidak hanya mengatakan penerimaan tenaga honorer Pemkab Tebo dipungut liar dengan nilai yang fantastis. Tapi, penerimaan honorer inipun dikabarkan telah di bagi-bagi alias ada jatah untuk anggota dewan.

Untuk membuktikan kebenaran isu yang berkembang tersebut, Wartawan mengkonfirmasi salah satu pejabat SKPD yang santer dibicarakan, yaitu Kepala BPBD Tebo, Harmain. Kepada awak media, dia mengatakan bahwa terkait isu yang beredar tersebut adalah tidak benar, dan dirinyapun tidak tahu sama sekali.

"Itu tidak benar, kita tidak ada penerimaan tenaga honorer di tahun 2015 ini, yang ada kita sedang usulkan untuk tahun 2016, dan itupun belum pasti jadi," tegas Harmain, Rabu (25/11).

Saat ditanyai secara detail, soal isu yang sedang berkembang saat ini, dimana penerimaan tenaga honorer di BPDB dialokasikan sebanyak 60 orang, dan dari 60 orang tersebut, 30 orang telah dijatah untuk dewan, sedangkan 30 lainnya ditarif senilai 15 hingga 20 Juta, Harmain langsung menjawab bahwa hal itu tidak benar.

"Itu tidak benar, tidak ada, yang kita butuhkan hanya 45 tenaga, tapi itu kalau armada di tiga pos yang baru dibangun di Muara Tabir, Tebo Ulu dan VII Koto sudah ada. Namun kalau armadanya tidak ada bisa jadi tidak mungkin kita menerima honorer. Kalaupun seandainya jadi, penerimaan honorer akan kita tes dan dilakukan sesuai prosedur," tegasnya lagi.

Sementara itu selain di BPBD Tebo, dari informasi yang dirangkum Teboonline.com juga ada beberapa kantor lainnya yang juga diisukan melakukan pungli. Hanya saja disayangkan korban terkait pungli belum ada yang berani angkat bicara. (crew)

Related News