Tuesday, November 3, 2015


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Minimnya anggaran yang tersedia guna merekrut tenaga Pendamping Lokal Desa (PLD) tiap desa menjadi kendala Pemkab Tebo. Belum jelas apa penyebabnya, namun untuk tetap menjalankan kinerja tenaga PLD lebih mengoptimalkan dalam pengucuran dana desa, maka Pemkab Tebo hanya butuh 31 tenaga PLD.

"Nantinya satu tenaga PLD bakal memegang tiga desa," ujar Supono, Kepala Bidang Bina Program, Badan PMPD Tebo, kepada Teboonline.com, Selasa (3/11).

Selain mengoptimalkan pengucuran dana desa, perekrutan tenaga PLD ini kata Supono adalah, agar penyusunan anggaran tertata lebih tertata baik sesuai dengan aturan yang ada. Untuk itu, sebanyak 107 desa yang ada di Tebo bakal mendapatkan alokasi tenaga pendamping lokal desa (PLD). PLD inipun nantinya akan diminta bekerja secara totalitas dalam mengoptimalkan penyerapan dana desa.

"Ada 91 PLD telah dinyatakan lulus seleksi persyaratan, dan dalam waktu dekat bakal dilakukan tes oleh pihak Provinsi Jambi dan Kementrian Desa," ujarnya..

Supono juga menuturkan bahwa proses rekrutmen ini sudah berjalan sesuai dengan aturan, karena dalam hal ini, PLD yang diharapkan adalah yang benar-benar memiliki kemampuan dan pengalaman pemberdayaan masyarakat. 

Sebab, PLD ini salah satu tugasnya nanti untuk mengoptimalkan penyerapan dana desa sesuai aturan, oleh sebab itulah PLD dituntut untuk bekerja secara totalitas, dalam artian tidak merangkap profesi lainnya.

"PLD harus kerja totalitas, soal kalau yang saat ini mendaftar tapi sedang dalam profesi lain, nantikan ada tes lagi, dan sebelum tugas mereka juga akan melakukan kontrak, disitu nanti kita akan tahu statusnya," imbuhnya lagi.

Sedangkan mengenai informasi tes selanjutnya, dia mengatakan bahwa tes yang dikabarkan berupa tes wawancara dan tes tertulis rencanannya akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dimana dalam hal ini yang akan melakukan tes adalah pihak Provinsi dan Kementrian Desa, sedangkan BPMPD Tebo hanya sebatas memfasilitasi.

"Untuk jadwal tes tanggal lima, itu nanti oleh provinsi, kita hanya memfasilitasi saja," terangnya.

Sementara itu, sekedar mengingatkan bahwa sebelumnya alokasi dana desa yang yang dialokasikan oleh Pemerintah Daerah yaitu hanya sekitar Rp 25 Milyar, namun mengacu kepada UU nomor 6 tahun 2014 dan Permendagri Nomor 37 Tahun 2014, maka ADD dalam APBD Tebo naik menjadi sekitar Rp 71 Milyar lebih.

"ADD saat ini mengalami kenaikan menjadi tiga kali lipat, nilainya mencapai 71 Milyar lebih yang dialokasikan di APBD," ujar Ansori, Kabid Pemdes BPMPD Tebo beberapa waktu lalu. (crew)