Raskin Ditahan, Gara-gara Bilang Tidak Pernah Dapat Jatah Beras


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Warga penerima beras miskin (raskim) yang berada di Desa Badaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo memprotes pembagian raskin yang dinilai tidak tepat dan tidak merata. Pasalnya, sejumlah warga yang mempunyai kartu tidak dapat mengambil beras.

Muncaknya protes warga pada saat pembagian raskin itu berlangsung di rumah Kepala Desa (Kades) pada hari Rabu (25/11), warga yang membawa kartu pengambilan beras dengan harapan bisa membawa pulang beras, malah tidak dapat.

Haini (55), salah satu warga desa Badaro Rampak yang tidak mendapatkan beras memprotes karena dirinya tidak bisa mengambil beras, padahal lanjut Haini, ia mempunyai kartu untuk mengambil beras tersebut. Dan sangat disayangkan lagi ada sebagian warga yang tidak mempunyai kartu, malahan mendapatkan beras.

"Jujur, saya kecewa nian, masak saya ada kartu malahan dak biso ngmbil beras, kan aneh, saya cuma mengambil hak saya nak," ungkap Haini.

Saat ditanya ada berapa banyak warga yang mempunyai kartu tapi tidak bisa mendapatkan beras, dirinya mengatakan, ada sekitar 9 orang yang punya kartu, tapi pada saat pengambilan beras ditolak.

"Yo ditolaknya, ini kartu kami nak, jadi apo gunanya kartu ini kalau tidak bisa ngambil beras," sebutnya dengan wajah yang kesal.

Atas tindakan tersebut, beberap warga yang tidak mendapatkan beras akan mendatangi kantor DPRD untuk malakukan demonstrasi. "Kami akan demo, dan kami akan sampaikan kepada orang di atas sana bahwa kami dikucilkan di desa itu, padahal kami adalah warga Badaro Rampak jugo," sebutnya.

Menyikapi hal tersebut, kepala desa Badaro Rampak, Ispani, dirinya menyebutkan bahwa pembagian beras di desanya itu selalu merata dan selalu tepat sasaran, dan pembagian beras itu juga kita sampaikan kepada warga bahwa yang mendapatkan beras raskin ini sesuai data dari badan pusat statistik (BPS) Tebo.

"Semua kita bagi rata ko', malahan kalau ada sisa beras raskin ini kita bagikan lagi kepada warga yang tidak mempunyai kartu dalam artian mereka juga termasuk warga yang lemah," jelasnya, saat dikonfirmasi di rumahnya.

Sementara itu, terkait warga yang mempunyai kartu tapi tidak bisa mengambil beras, dirinya mengungkapkan bahwa bukannya mereka itu tidak bisa mengambil beras akan tetapi berasnya ditahan dulu, karena warga tersebut sering mengatakan yang tidak-tidak bahwa mereka tidak pernah mendapatkan beras, padahal kami selaku perangkat desa selalu memproritaskan warga yang mempunyai kartu (Warga miskin,red) dan memberikan haknya termasuk orang itu.

"Inilah kadang-kadang, sudah kita berikan haknya malah dibilang tidak pernah dikasih, padahal setiap ada beras raskin masuk mereka selaku kita kasih, ini buktinya pada catatan penerima raskin," sebut Kades, sambil memperlihatkan buku penerima raskin.

Untuk itu lanjut kades, dirinya merasa dipermalukan oleh warganya sendiri, bahkan berita bahwa mereka mengaku tidak pernah mendapatkan beras sudah terbit dikoran. "Kita berharap kepada warga jika ngasih informasi ke orang itu harus benar, kalau ada dapat beras yo bilang dapat jangan pulak bilang tidak dapat," harapnya.

Dikatakan Kades, bahwa mereka (Penerima raskin,red) yang memprotes itu agar dapat datang ke rumah (Rumah Kades,red), untuk dapat mengambil beras itu. (crew)

Related News