Friday, November 20, 2015

JALI.
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Terminal Truk dan Bus Rimbo Bujang yang berlokasi dipusat Kelurahan Wirotho Agung, adalah satu – satunya Terminal kebanggaan masyarakat Kecamatan Rimbo Bujang.

Namun, peruntukan Terminal Rimbo Bujang tersebut tidaklah berfungsi sebagaimana mestinya fungsi Terminal yakni sebagai tempat turun naiknya penumpang dan barang. Saat ini, Terminal Rimbo Bujang mengalami alih fungsi 190 derajat.

Yang paling tampak dipermukaan jika dilihat, Terminal saat ini pasnya bisa disebut sebagai tempat wisata Kuliner karena Kios – kios yang ada didalam Terminal banyak disewa oleh para penjual Nasi Goreng, Teh Telor, Jus dan tempat karaoke. Sehingga, Terminal dijadikan sebagai tempat yang paling strategis untuk tongkrongan semua orang.

Kondisi itu sudah bisa dilihat dari mulai sore pukul 17.00 WIB sampai pada larut malam setiap harinya. Dibalik gambaran itu semua, Terminal Rimbo Bujang menyimpan hal yang sangat memperihatinkan dan itu terkait pergaulan bebas yang mengarah seks bebas dimana pelakunya tidak memandang usia.

Bayangkan saja, Rimbo Bujang adalah sebuah Kecamatan eks Transmigrasi yang baru saja berkembang. Saat ini, Kecamatan itu disebut – sebut sebagai TEXASnya Kabupaten Tebo. Mirisss memang……

“Terminal Rimbo Bujang sudah lama kok jadi markasnya Cabe – cabean dan PSK, untuk PSKnya bukan yang PSK di Kafe itu, dia Janda dari desa - desa,” ujar Jali salah satu sumber menuturkan pada Teboonline.com, Jumat (20/11).

Mereka beroperasi secara terang – terangan lanjut Jali, dan mangkalnya kadang di warung – warung yang ada di Terminal. Setiap malam mereka sangat gampang ditemui dan usianya juga bermacam – macam. Lebih banyak usia yang dibawah umur daripada yang 20 tahun keatas. (crew)