300 Posyandu Di Kabupaten Tebo Antisipasi Gizi Buruk

Ilustrasi.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Guna mengatisipasi munculnya bahaya gizi buruk bayi dan balita, sedikitnya ada 330 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Tebo bakal siap siaga.

Posyandu tersebut bakal meyalani pemeriksaan kesehatan, asupan makanan, KB, Kesling serta penimbangan balita dan bayi setiap bulan.

"Jadwalnya itu biasanya Minggu ke-2. Kader Posyandu siap mendata dan melaporkan perkembangan tumbuh kembang bayi dan balita," kata Ridwan, Kadis Kesehatan Tebo, kepada Teboonline.com beberapa waktu lalu.

Persoalan gizi buruk lanjut Ridwan banyak yang perlu dibenahi. Selain masalah ekonomi, hal penting lainnya adalah bagaimana pola asuh orang tua terhadap anak. 

"Gizi buruk pada anak sudah pasti itu kesalahan pola asuh orang tuanya. Dengan keterbatasan atau minimnya pengetahuan tentang kesehatan anak yang jadi korban," ucapnya meyakini.

Untuk itu pihaknya terus mengaktifkan gerakan Posyandu tiap desa. Hal ini untuk memantau ada atau tidaknya kejadian luar biasa terhadap gizi buruk. "Untuk di Tebo sementara belum ada laporan ada warga yang menderita gizi buruk," kata Ridwan lagi.

Terakhir Ridwan turut menghimbau kepada seluruh masyarakat pentingnya menjalankan pola PHBS yakni Prilaku Hidup Bersih dan Sehat. Rendahnya pengetahuan tentang PHBS sudah pasti berdampak terhadap buruknya pola hidup itu sendiri.

"Dinkes juga rutin menggelar lomba PHBS di tiap desa," tuntasnya. (crew)

Related News