Friday, October 16, 2015

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO, JS – Miris, diduga akibat salah transfuri darah pasien yang berujung kematian, Klinik Setia Budi yang beralamat di jalan Pahlawan Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang bakal dituntut oleh keluarga pasien. Pasien atas nama Yitno (70) adalah warga jalan Petaling desa Tirta Kencana Kecamatan Rimbo Bujang.

“Kami akan tuntut Klinik Setia Budi karena sudah salah transfusi darah Bapak (Pasien_red),” ujar Surani, anak kandung dari pasien korban salah transfusi darah tersebut saat ditemui Teboonline.com dikediamannya di jalan Petaling, Kamis (15/10).

Diceritakan Surani yang didampingi adik iparnya yang bernama Angga, Ayahnya tersebut sakit sehingga dibawa ke klinik Setia Budi pada hari Minggu (4/10). Kemudian, pihak Klinik Setia Budi melakukan cek darah Ayahnya tersebut dan dinyatakan HB (Hemoglobin) persentasenya cukup rendah dan harus ditambah darah sebanyak dua kantong.

“Sebelum diminta untuk tambah darah dua kantong, darah Bapak saya dicek sama pihak Klinik, katanya golongan darahnya A jadi ya kami cari donor darah A dan dapat dua kantong. Malam Senin satu kantong didonorkan (Transfusi_red) dulu ke badan Bapak dan satu kantong lagi dimasukan malam Selasanya, setelah darah kantong yang kedua ini dimasukan, Bapak saya langsung kejang – kejang, buang air terus, sesak nafas,” cerita Surani lagi.

Setelah kejadian itu lanjut Surani, pihak Klinik meminta agar Ayah segera di operasi di Klinik tersebut karena sang Ayah dinyatakan oleh pihak Klinik Setia Budi mengalami kebocoran Lambung.

“Anehnya, sewaktu mau dioperasi pada hari Rabu (7/10), darah bapak saya dicek lagi dan kata pihak Klinik Setia Budi, golongan darah Bapak saya itu B. tapi kenapa pada cek darah pertama golongan darah Bapak saya kata Klinik kok A, sementara darah A itu sudah masuk ke badan Bapak saya,” ungkap Surani lagi.

Setelah itu, pihak keluarga diminta untuk mencari donor darah golongan B karena pada waktu itu pula sang Bapak dioperasi di Klinik Setia Budi. Namun, usai dioperasi pun, sang Bapak tersebut terpaksa dirujuk ke rumah sakit Umum STS Tebo dengan asalan, pihak Klinik Setia Budi tidak memiliki ruangan ICU.

“Sudah dioperasi Bocor Lambung di Klinik Setia Budi, Bapak dirujuk ke rumah sakit Tebo dan selama 7 hari di ICU, Bapak saya meninggal dunia, kami tidak terima dengan kejadian salah transfuri darah ini, kami akan tuntut,” ucap Surani.

Sementara itu, Siti Nur Khasanah, pemilik klinik setia budi saat dikonfirmasi Wartawan membantah bahwa pihaknya telah terjadi kelalaian dan kesalahan transfusi darah pada pasien tersebut, dan darah yang ditransfusikan dari pendonor ke pasien betul - betul dari darah golongan B.

“Dari hasil pemeriksaan tim dokter klinik setia budi, diketahui pasien memiliki riwayat pengkonsumsi jamu kemasan yang banyak dijual dipasaran yang memiliki kandungan bahan berbahaya bagi lambung sehingga pasien mengalami infeksi dan kebocoran pada lambung atau
Perporasi gaster. Jadi diputuskan pasien harus dioprasi, diketahui juga pasien sudah terkena komplikasi,” kata Siti saat dikonfirmasi via HP.

Sebelumnya, informasi telah terjadinya dugaan kesalahan transfusi darah terhadap pasien tersebut di Klinik Setia Budi yang mengakibatkan kematian, heboh di media social Facebook dan menjadi perbincangan hangat karena ada salah satu akun facebook memposting kejadian tersebut. (crew/santoz)