Tim Koalisi HBA Bakal Laporkan ZZ Ke Panwas

Madjiz Mu'az mendampingi Zumi Zola pada pengajian BKMT Permata di Masjid At Taqwa Rimbo Bujang.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Pengajian BKMT Permata Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang yang digelar dihalaman Masid At Takwa Rimbo Bujang, Minggu (4/10) dihadiri Calon Gubernur Jambi Zumi Zola (ZZ).

Hal ini akan dilaporkan ke Panwas oleh tim koalisi partai pemenangan HBA Kabupaten Tebo. Hal itu ditegaskan oleh Ketua Tim koalisi, Wartono Triyan Kusumo. Pasalnya, kehadiran ZZ pada pengajian BKMT yang menggunakan tempat ibadah, jelas itu sudah menyalahi. Karena, didalamnya ada unsur kampanye dan pengajian itu dijadikan sebagai ajang kampanye.

“Masid At Taqwa sebagai tempat ibadah sudah dijadikan sebagai ajang kampanye,  itu pelanggaran sebagaimana diatur dalam PKPU No 7 tahun 2015 tentang kampanye. Persoalan ini akan kita laporkan ke panwas propinsi,” tegas Wartono pada Teboonline.com.

Meskipun lanjut Wartono, ZZ pada sambutannya tidak mengajak warga untuk memilihnya. Namun, tim pemenangan disana sudah terbukti berkampanye dengan mengajak warga untuk memilih ZZ. Seperti yang disampaikan oleh mantan Bupati Tebo Tebo Madjid Muaz yang turut hadir pada acara tersebut.

“Tidak hanya soal tempat saja, kita juga akan laporkan Lurah Wirotho Agung. Karena pada undangan pengajian yang beredar itu, dibubuhi tanda tangan dan cap stempel Lurah Wirotho Agung serta pada undangan tersebut tertulis bahwa pengajian akan dihadiri oleh Cagub Jambi ZZ untuk Jambi Bersatu,” kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Tebo ini lagi.

Dalam persoalan yang terjadi jelang pemilihan calon Gubernur Jambi ini kata Tono lagi, pihak Panwas harus bisa menegakan aturan berkampanye calon kandidat sebagaimana diatur dalam UU Pilkada No 1 tahun 2015 dan PKPU No 7 tahun 2015.

Sementara itu, Ketua Panwascam Rimbo Bujang, Kamsidi saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan klarifikasi terkait undangan pengajian BKMT tersebut yang beredar dimasyarakat.

“Lurah mengakui kalau di surat undangan itu ada tanda tangan dan cap stempel Lurah Wirotho Agung, hasil klarifikasi yang bersangkutan katanya saat menanda tangani dan cap stempel undangan pengajian BKMT tersebut, Lurah tidak membaca dulu apa isi surat tersebut, tau – tau
dia tanda tangan,” kata Kamsidi usai memantau jalannya pengajian BKMT tersebut.

Saat ditanya apakah kasus surat undangan tersebut dan pengajian BKMT yang diboncengi kampanye ZZ akan diteruskan ke Panwas Kabupaten, Kamsidi sedikit enggan menjawabnya. “Temuan ini sedang kita proses,” pungkas Kamsidi. (irwan)

Related News