Terkait Penggelapan Dana Retribusi Pasar Sarinah, Sukandar Minta Kadis Bertanggung Jawab

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Dugaan penggelapan uang retribusi yang terjadi di Pasar Sarinah Kecamatan Rimbo Bujang yang sudah terjadi bertahun-tahun dan berpotensi terhadap kebocoran PAD Kabupaten Tebo oleh Oknum PNS dilingkungan Disperindagkop UKM dan Pasar Pemkab Tebo, membuat Bupati Tebo gerah.

Bahkan Saat dikonfirmasi kemarin mengatakan tidak akan segan -segan mencopot Jabatan Oknum PNS Disperidagkop tersebut bila terbukti melakukan Penyelewengan uang retribusi Pasar Sarinah yang seharusnya masuk ke PAD Tebo.

"  Saya minta Disperindahkop untuk bertanggung jawab dan melakukan investigasi, dan jika terbukti ada Oknum PNS yang turut bermain, saya tidak akan segan-segan memberikan Sanksi," tegasnya saat dikonfirmasi Teboonline.com.

Sukandar juga tegaskan, tidak hanya memberi sanksi tetapi akan menonjobkan oknum PNS yang melakukan Penyelewengan uang retribusi Pasar Sarinah tersebut.

"Jika yang bersangkutan punya jabatan akan kita turunkan dan ditempatkan di pos yang tidak ada hubungannya dengan tugas memungut retribusi seperti Satpol PP," ungkapnya.

Sukandar juga meminta Kadis Disperidagkop UKM dan Pasar Tebo untuk melakukan pembinaan mental yang baik terhadap bawahannya.

Diketahui, mencuatnya permasalahan sewa kios yang ada di Pasar Sarinah Rimbo Bujang ini dikarenakan adanya beberapa kios yang diketahui sudah beralih tangan dari pihak kedua ke pihak ketiga tanpa sepengetahuan dari Disperindagkop. Oleh pihak kedua saat ini kios tersebut disinyalir akan disewakan kembali kepada pedagang lainnya, sehingga penyewa saat ini terancam tergusur.

Diketahui juga untuk harga sewa yang dipatok oleh pihak kedua sangat tinggi sekali dari ketentuan Perda yang ada. Rata-rata penyewa harus membayar sekitar 7 juta hingga 12 juta  pertahunnya. Selain itu, uang retribusi yang ditarik dari para pedagang Pasar Sarinah diduga kuat tidak disetorkan ke Dinas Pasar. (crew)


Related News