Friday, October 16, 2015

Ilustrasi.
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Masyarakat Jalan Dewi Sartika Dan Jalan Tengku Umar  RT 01 RW 02 Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Transmigrasi ke 39 dan sekaligus  memperingati tahun baru Islam 1 muharam 1437 Hijirah, dengan menggelar Tasyakuran doa bersama dilanjutkan dengan hiburan rakyat seperti Reog Ponorogo, Kuda Lumping dan diselingi Drum Band.

Acara itu, dihadiri oleh Unsur Muspika Rimbo Bujang, Anggota DPRD Kabupaten Tebo Fraksi Golkar Tri Wahyuni, Lurah Wirotho Agung Soedjarijo, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama H.Mesnan, Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi Sriono, Ketua RW/RT dan Sesepuh Transmigrasi Wirotho Agung H.Sumadi.

Ketua Panitia, Supriyadi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mendukung terwujudnya acara HUT Transmigrasi Wirotho Agung ke 39 dan Peringatan 1 Muharam 1437 Hijirah.

"Kegiatan HUT Transmigrasi kita peringati secara rutin pada stiap tahun, dengan tujuan untuk mengenang jasa- jasa para perintis Transmigrasi masa lalu di Wirotho Agung, yang penuh dengan keprihatinan. Dan kini Wirotho Agung menjadi Kelurahan yang maju sebagai ibu kota Kecamatan Rimbo Bujang," papar Ketua Panitia Supriyadi. 

Camat Rimbo Bujang dalam sambutannya mengatakan, sudah seharusnya masyarakat bersyukur kepada Tuhah yang maha esa dan patut berterima kasih dan mengenang jasa kepada para tokoh perintis Transmigrasi khususnya di Wirotho Agung dan umumnya di Rimbo Bujang.

"Saya berharap kepada masyarakat acara seperti ini perlu terus dilanjutkan agar generasi muda mengetahui sejarah berdirinya Transmigrasi di Rimbo Bujang. Marilah kita sukseskan program pemerintah di semua sektor, dan khusus bagi masyarakat yang mendirikan bangunan agar mengikuti peraturan yang ada, seperti harus memperhatikan jarak bangunan harus standart yakni 25 meter dari As jalan," jelas Sukiman.SP.MM Camat Rimbo Bujang.      

Ketua RT 01 jalan Dewi Sartika Katimoen dikonfirmasi mengatakan, kegiatan HUT Transmigrasi ke 39 ini dimaksudkan selain untuk mengenang jasa perintis Transmigrasi juga untuk pemersatu kesatuan dan persatuan masyarakat.

"Acara HUT Transmigrasi ke 39 ini kita kemas dengan peringatan 1 Muharam 1437 Hijiriah, dengan menggelar doa bersama. Dan sengaja kita gelar hiburan rakyat tradisional yaitu Reog Pono Rogo dan Kuda Lumping, dalam rangka melestarikan kesenian daerah untuk memperkaya khasanah kebudayaan nasional," tutur Ketua RT Katimoen pada Teboonline.com, Kamis (15/10).              

Sekedar untuk diketahui, hiburan yang ditampilkan pada acara HUT Transmigrasi ke 39 ini seperti Drum Band oleh Santri Ponpes Pergunu dibawah Asuhan Kyai Abdul Karim dari Jalan Dewi Sartika dan Group Reog Pono Rogo dan Kuda Lumping juga dari jalan Dewi Sartika yang didirikan oleh para sesepuh Transmigrasi di daerah ini. (asa)