dr.Reza: Darah A dari pendonor itu sebenarnya diberikan kepada pasien lain di Klinik Setia Budi

Ilustrasi.
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Mencuat dan menyebarnya informasi tentang adanya dugaan kesalahan transfuse darah pasien yang berujung kematian di Klinik Setia Budi yang diawali dari postingan oleh salah satu akun Facebook seseorang, disanggahi oleh pihak Klinik Setia Budi.

Penanggung jawab Klinik Setia Budi (dokter jaga_red) dr.Reza Kurniawan menyatakan bahwa pasien Klinik Setia Budi atas nama Yitno warga jalan Petaling desa Tirta Kencana Kecamatan Rimbo Bujang adalah benar dengan golongan darah B, sesuai hasil cek labor Klinik Setia Budi.

Terkait transfuse darah yang dilakukan terhadap pasien dari pendonor itu diakibatkan karena kondisi pasien pada saat itu harus dilakukan pendonoran darah. Tepatnya pada hari Minggu (4/10) dimana pasien pertama kali masuk ke Klinik Setia Budi, pihak Klinik melakukan cek darah.

Pada waktu itu, HB pasien 6,8 % dengan kondisi fisik pucat, lemas dan BAB hitam sehingga diharuskan untuk tambah darah. Hasil labor Klinik Setia Budi juga menyatakan pasien adalah golongan darah B dan meminta kepada keluarga pasien untuk menyiapkan pendonor.

Pihak keluarga pun kemudian mendatangkan beberapa orang untuk donor darah dan pada waktu itu ada dua orang yang mendonor. Setelah selesai diambil darahnya, setelah dicek ternyata kedua pendonor tersebut beda golongan darahnya yakni pendonor pertama golongan darah A dan pendonor kedua golongan darah B.

Darah B dari pendonor kedua kemudian langsung ditransfusikan kepada pasien dan darah A milik pendonor pertama kemudian diberikan kepada pasien lain di Klinik Setia Budi yang kebetulan pada waktu itu juga sedang membutuhkan darah golongan A.

Namun, saat pihak Klinik Setia Budi memberikan darah golongan A tersebut kepada pasien lain, pihak Klinik tidak sempat untuk memberitahukan hal itu kepada pihak keluarga pasien atas nama Yitno tersebut atau pendonor tadi. Namun, pada satu hari kemudian, ada pendonor golongan darah B yang datang untuk mendonorkan darahnya kepada pasien Yitno.

“Darah A dari pendonor itu sebenarnya dialihkan kepada pasien lain, karena pada saat itu panik karena pasien cukup parah jadi pihak Klinik sampai tidak ingat untuk memberitahukan kepada pihak keluarga pasien Yitno. Jadi timbul persepsi kalau ada kesalahan transfuse,” jelas dr.Reza Kurniawan pada Teboonline.com yang diamini Siti Nurkhasanah pemilik Klinik Setia Budi, Senin (19/10). (crew/us/asa)

Related News