Bagus : LP Tebo Kuno, Perlu Rehab & Tambah SDM

Polisi saat olah TKP di Lapas Tebo paska kaburnya 4 orang Napi.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Pasca kaburnya empat orang Napi Lapas Kelas IIB Muaratebo  di kamar block C beberapa waktu lalu, banyak menyisakan pertanyaan dan sorotan dari berbagai kalangan. 

Tak heran sorotan mulai dari pengawasan yang lemah, minimnya petugas jaga hingga kapasitas
Lapas yang sudah overload (kelebihan kapasitas'red) cepat-cepat ditepis oleh Kepala PLP Lapas Kelas IIB, Muaratebo, Bagus kepada Teboonline.com.

Kepada Teboonline.com, Bagus kembali menuturkan jika sudah setahun sejak ia mulai bertugas di Tebo baru kali ini ada napi yang kabur. Terkait apakah sebelumnya juga pernah terjadi Bagus bilang ia sama sekali tidak tahu.

"Sejak saya ditugaskan di sini (Tebo'red) setahu saya baru kemarin itu ada Napi kabur," ujarnya.

Kaburnya Napi kemarin memang diakui Bagus, ini disebabkan minimnya SDM yang dimiliki pihak Lapas. Selain itu bangunan Lapas juga kuno, ini artinya belum ada perbaikan apa-apa.

"Makanya untuk masalah ini semua sudah kita usulkan ke pusat. Kita butuh penambahan SDM serta perbaikan Lapas," terangnya meyakini.

Sejauh ini lanjut Bagus, semuanya berjalan apa adanya. Terlebih masalah personil kata dia, untuk mengawasi 380 Napi setiap malam cuma di jaga 4 petugas jaga. Padahal untuk Lapas kekelas Tebo, idealnya harus dihuni sebanyak 185 Napi.

"Ya belum sebandinglah dengan petugas yang ada. Idealnya kalau sebanyak itu pastinya harus 8 hingga 10 petugas jaga," sebutnya lagi.

Kaburnya empat Napi kemarin tentunya amat disayangkan pihak Kejari Tebo. Pasalnya dua dari 4 napi yang kabur tersebut masih dalam proses persidangan oleh pihak Kejaksaan Negeri Tebo. Hal Tersebut disampaikan Kajari Tebo, Nur Slamet, SH,MH.

Dirinya menilai kejadian kaburnya 4 napi dari dari lapas Kels IIB Tebo memang terkendala banyak hal. Selain situasi dini hari, petugas jaga yang mengawasi malam itu memang minim. Kejadian tersebut tentunya menjadi perhatian pihak-pihak terkait.

"Ya ke depan kiranya jangan terulang kembali. Bila perlu khusus pengawasan harus ditambah lagi petugas jaganya," tutupnya. (crew)

Related News