Thursday, October 1, 2015

Rekontruksi: penyidik sebagai peran pengganti pelaku perampokan dan pembunuhan sedang melakukan
rekontruksi. Ada 35 adegan didalamnya.

TEBOONLINE.COM, MUAROTEBO, JS - Bertempat di halaman belakang Polres Tebo, Rabu (30/9) dilakukan Rekonstruksi perampokan yang menyebabkan tewasnya korban syamsiah di Desa rantau langkap kecamatan Tebo ulu pada 14 april lalu. Namun 5 dari 7 tersangka yang berhasil ditangkap tersebut menolak melakukan rekontruksi karena beralasan tidak melakukan hal tersebut.

5 tersangka yang berhasil ditangkap tersebut ialah Saparudin Alias Sapar Bin Hambali, Syairozi Alias Rozi Bin Hasyim, Andi Haryanto Alias Andi Bin Darpin, Beni Irawan Alias Beni Bin Saparudin, dan Miz Azwar Alias Miz Bin Arif Tayib yang saat ini sudah dibebaskan karena masa tahanan yang sudah habis. Sedangkan 2 tersangka yang masih dalam pencairan ialah Satriadi Alias Cat dan Tadok.

Walaupun menurut saksi yaitu Suami Korban syamsiah yang juga pada saat kejadian ikut diikat dirumahnya melihat langsung kelima tersangka tersebut, namun kelima tersangka bersikukuh untuk menolak melakukan rekonstruksi dan berencana mencabut BAP selama pemeriksaan sebelumnya.

Kendati demikian, Rekonstruksi perampokan dan pembunuhan tersebut tetap dilaksanakan dengan menggunakan pemeran pengganti oleh anggota reskrim polres tebo. Sebanyak 35 adegan dilakukan dalam rekonstruksi tersebut, mulai dari perencanaan oleh tersangka hingga setelah berhasil membunuh korban dan menggasak harta benda milik korban dan terus kabur.

Dalam rekonstruksi tersebut terlihat bahwa tersangka menggunakan senpi berupa pistol yang awalnya menodongkan pistol ke arah saksi yaitu suami korban H Parmidi yang saat itu sedang memasukkan motor ke rumah dan kemudian korban Parmidi di Ikat. Melihat korban Parmidi diikat dan mulut disumpal menggunakan lakban, korban syamsia datang menghampiri berniat ingin menolong korban parmidi.

Melihat Korban syamsiah Berteriak, Tersangka Tadok (DPO) langsung meninju wajah Korban syamsi 3 kali disusul tersangka saripudin yang memukul punggung korban syamsiah menggunakan linggis hingga korban tersungkur kelantai dan langsung diikat oleh para tersangka. Tidak sampai disitu, Tersangka saripudin kemudian kembali memukul kepala korban syamsiah menggunakan linggis kebagian kepala hingga tak bergerak lagi. Setelah baru para tersangka menggasak harta milik
korban dan langsung kabur.

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Sahlan saat dikomfirmsi mengatakan bahwa rekontrsuksi tetap dilakukan walaupun kelima tersangka menolak. Hal tersebut menurutnya merupakan hak tersangka untuk menolak atau tidak. Namun rekonstruksi tersebut dilakukan sesuai dengan BAP para tersangka dan saksi-saksi.

"Rekonstruksi ini berdasarkan BAP tersangka dan saksi-saksi. Terserah mereka mau menolaknya. Itukan hak mereka. Namun kan kita masukkan ke dalam berita acara terkait penolakan rekontruksi oleh kelima tersangka nantinya," jelas Sahlan.

Terkait kasus ini, sahlah menegaskan bahwa saat ini kelima tersangka sudah dibebaskan namun status tersangka masih tetap karena saat ini masih dalam tahap P19. "Mereka masih tetap berstatus tersangka walaupun masa tahanan abis. Nanti kalau sudah P21 akan kita tahan kembali," ujar Sahlan.

Perlu diketahui bahwa kejdian perampokan terhadap pasangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini, yaitu pada Selasa (14/4) Pukul 19.30 Wib suami korban, Parmidi membeli rokok di toko, kemudian beberapa saat kembali kerumah, dan saat memasukan motor tiba-tiba  6 orang pelaku menodongkan pistol kearah korban.

Saat suami korban telah diikat dan tidak berdaya, pelaku membongkar lemari milik korban dan melakukan pemukulan kepada isteri korban, Samsiah yang mengakibatkan korban bernama Samsiah ini meninggal dunia.

Adapun identitas korban yangmeninggal meninggal dunia ini bernama Samsiah bin satdiah berusia 50 tahun warga Desa Rantau Langkap Kecamatan Tebo Ulu dengan status kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SD 08 Tebo Ulu. Sedangkan suami korban yaitu Parmidi bin Muhammad Tanggar berusia 55 Tahun yang bekerja sebagai PNS di SMK Negeri 7 Kabupaten Tebo.

Sementara itu barang bukti yang berhasil ditemukan oleh Tim Reskrim yaitu adalah lakban berwarna hitam, tali rapi warna merah, bantal korban, jilbab warnah hitam, daster merah hati, baju kaos kerah hitam, serta celana training hitam les merah. 

Kerugian korban yang berhasil dibawa rampok itu adalah emas kurang lebih 8 suku, uang kurang lebih 10 juta, leptop Tosiba 14 inci, dan hp nokia kamera. Total kerugian diperkirakan sekitar 40 juta. (crew)