Pemerintah Diminta Bijak Terkait Kabut Asap


Kabut asap kian tebal di Kabupaten Tebo.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Kabut asap yang semakin hari semakin tidak terkontrol menjadi pertanyaan besar terutama bagi kalangan masyarakat awam pada umumnya.

Salah satu warga Tebo, Isro', kepada Teboonline.com menuturkan bahwa untuk kabut asap ini pemerintah harus membuka matanya. Jangan hanya menilik kepentingan pribadi tanpa mempertimbangkan dampak yang harus diterima oleh masyarakat.

"Kita lihat seperti acara Hari Olah Raga (Haornas) beberapa waktu lalu, kalau memang pemerintah tahu tingkat kebahayaan Kabut asap pastinya tidak akan melaksanakan acara tersebut karena bukannya sehat tapi bisa menjadikan penyakit kepada para masyarakat yang mengikuti acara tersebut. Tidak masuk akal pemerintah setempat tidak Tahu mengenai perkembangan kabut asap dikarenakan Update berita berada di komplek perkantoran pemerintahan Kabupaten itu selalu ada," ungkap Adam, Senin (14/9).

Dikatakannya lagi, Jika dilihat dari keadaan kabut asap yang semakin menjadi, di Kabupaten lain yang berada di Provinsi Jambi itu rata-rata sudah mengambil antisipasi dengan meliburkan para peserta Didik agar terhindar dari penyakit yang ditimbulkan dari dampak Kabut Asap.

"Heran melihat keputusan dari instansi terkait yang berada di kabupaten Tebo, seharusnya bisa mengambil keputusan yang bijak tanpa adanya embel-embel dari pihak yang tidak bertanggung jawab," jelasnya.

Dilain Tempat, Kepala sekolah SMAN 3 Kabupaten Tebo, Syarfandi ketika dikonfirmasi Teboonline.com terkait Kabut asap mengatakan bahwa untuk Peserta Didik tidak bisa diliburkan Karena belum ada instruksi dari Kepala Dinas Dikbudpora.

"Dari Dinas yang menaungi pendidikan belum ada perintah meliburkan siswa terkait kabut asap ini," jelas Syarfandi.

Sementara itu, untuk keputusan peliburan sekolah untuk menghindari kabut asap ini tidak bisa diambil keputusan secara sepihak karena kita harus mengikuti prosedur yang telah menjadi peraturan yang harus ditaati.

"Kita tidak bisa meliburkan siswa secara sepihak karena hanya akan menjadi tanda tanya dari sekolah lain, apalagi Dinas Terkait tidak ada memberikan disposisi untuk meliburkan para siswa, jadi sekolah tetap berlanjut dengan kondisi kabut asap yang masih terus terjadi," pungkasnya. (asa)

Related News