Diduga, Lahan Konservasi Di Tebo Banyak Yang Gundul, Joko : Sudah Kita Laporkan Ke PPLHK

Joko, ketua YAI Provinsi Jambi saat menunjukan kondisi kawasan konservasi di Tebo.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Lahan konservasi yang seharusnya dijaga untuk kawasan lindung, ternyata di Kabupaten Tebo banyak yang kondisinya sudah gundul atau dirambah. Hal itu diungkapkan oleh Tri Joko, ketua Yayasan Amdal Indonesia (YAI) Provinsi Jambi, beberapa waktu yang lalu.

Dijelaskannya, dari hasil investigasi Tim YAI Jambi beberapa waktu yang lalu di beberapa kawasan hutan di wilayah Kabupaten Tebo, menemukan beberapa areal yang diduga kawasan konservasi yang kondisinya sudah gundul dan dirambah. Diantaranya, kawasan konservasi yang berada di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), yang tidak jauh dari izin HGU milik PT LAJ.

“Hasil dari investigasi kemarin benar-benar membuat kita takjub. Berani sekali perambah merambah hutan di kawasan konservasi,” tutur Joko kepada Teboonline.com, Jumat (25/9).

Tidak tangung-tangung, lanjut Joko, sedikitnya ribuan hektar kawasan konservasi yang sudah dirambah. Dengan kondisi tersebut, dia minta kepada aparat penegak hukum agar cepat bertindak. Jangan sampai kondisi tersebut bertambah parah dan merugikan kita semua.

“Dimana fungsi pengawasan selama ini di Tebo. Kok kondisi seperti itu dibiarkan saja tanpa ada tindakan pencegahan maupun tindakan tegas terhadap perambah,” tegasnya.

Diakui Joko, dari hasil investigasi Tim YAI kemarin, sudah dilaporkan secara tertulis ke Sekretariat Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPLHK), di Jakarta. “Kondisi ini sudah kita laporkan secara tertulis. Dalam laporan kita sertai bukti dokumentasi dan titik-titik koordinat lokasi. Mudah-mudahan laporan ini secepatnya ditanggapi oleh mereka,” harap Joko.

Atas laporan tersebut, Joko menghimbau kepada masyarakat Tebo agar sama-sama menjaga dan merawat hutan, dan bagi para perambah agar segera menghentikan aksi merambahnya. “Hutan milik kita semua, untuk itu mari sama-sama kita jaga dan kita lestarikan,” himbaunya. (crew)


Related News