Monday, August 31, 2015


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Dari 12 Kecamatan di Kabupaten Tebo, Kecamatan Tebo Tengah dan Rimbo Bujang merupakan sarangnya Penyakit Masyarakat seperti Prostitusi dan Miras. 

Bahkan dua kecamatan tersebut merupakan wilayah dengan tingkat kriminal paling tinggi di Wilayah Kabupaten Tebo.

Hal tersebut diungkapkan langsung Kasat Pol PP Tebo, Taufik Khaldy saat dikonfirmasi kemarin. Dirinya juga mengatakan bahwa Kabupaten Tebo juga sering dijadikan persinggahan gelandangan dan pengemis sehingga sangat meresahkan masyarakat.

"Menurut pantauan, Kalau wilayah yang paling banyak penyakit masyarakat ialah Rimbo Bujang dan Tebo Tengah. Karena kedua kecamatan ini merupakan kecamatan terbesar di Kabupaten Tebo," ungkap Taufik pada Teboonline.com.


"Selain banyaknya pekat, dua kecamatan itu juga sering menjadi langganan pengemis dan gelandangan, sehingga tiak heran kalau sering ditemui gelandangan dan pengemis yang berkeliaran," tambah Taufik.


Untuk mengatasi masalah tersebut, Pihak Sat Pol PP Tebo secara rutin terus melakukan Razia penertiban, Sosialisasi dan Pengawasan. "Untuk menekan masalah tersebut, Kita secara rutin melakukan razia penertiban, sosialisasi bahkan pengawasan," ujar Taufik.

Namun taufik mengaku dengan saat ini jumlah personil Sat Pol PP masih sangat terbatas bahkan tidak ideal untuk melakukan pengawasan yang maksimal untuk wilayah Kabupaten Tebo yang cukup luas ini. Selain itu, Sat Pol PP Tebo juga mengaku masih kekurangan dengan sarana prasarana yang dimiliki untuk kegiatan di lapangan.

Saat ini, jumlah personil Sat Pol Tebo ialah 160 Personil. Sedangkan idealnya dengan luas wilayah Kabupaten Tebo, anggota Sat Pol PP minimal berjumlah 250 - 350 personil agar bisa melakukan pengawasan dengan maksimal.

"Kita masih kekurangan anggota, saat ini kita hanya punya 160 personil, 2 diantaranya adalah penyidik. Hal itu masih jauh dari kata cukup untuk wilayah Kabupaten Tebo," kata taufik.


"Sedangkan sarana dan prasarana, tahun ini kita dibantu dari pusat Rp1,8 M, dan itu akan kita pergunakan untuk menambah armada Dalmas, angkut, dan patroli yang saat ini masih kurang," timpal Taufik.


Taufik juga mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan penambahan personil. Hal tersebut dikarenakan tergantung dengan keuangan Pemkab Tebo. Namun jika memungkinkan, dirinya mengaku akan mengusulkan untuk dilakukan penambahan.

"Untuk penambahan personil, kita tergantung dengan keuangan Pemda, namun jika memungkinkan, kita akan mengusulkan untuk melakukan penambahan," pungkasnya. (crew)