Wednesday, August 19, 2015


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Pihak pemerintah daerah Kabupaten Tebo menekankan kepada seluruh pemerintah Kelurahan dan desa untuk menggenjot realisasi PBB pada setiap tahunnya. Hal itu dilakukan agar terjadinya perimbangan dalam tercapainya realisasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari semua sektor.

Namun, target untuk mencapai realisasi PBB di Kabupaten Tebo ini tidak pula dibarengi dengan keseriusan pihak pemerintah desa, salah satunya yakni desa Rimbo Mulyo Kecamatan Rimbo Bujang. Oleh Dispenda Tebo, SPPT PBB tahun 2015 sudah diberikan kepada pihak desa Rimbo Mulyo.

Namun, hingga pada bulan Agustus ini, realisasi PBB desa Rimbo Mulyo belum mencapai target realisasi persentase. Padahal, jatuh tempo pembayaran SPPT PBB tahun 2015 di Kecamatan Rimbo Bujang akan jatuh pada tanggal 30 September, apabila lewat dari tanggal yang telah ditentukan itu, maka wajib pajak tersebut akan dikenakan denda sebesar 2 %.

“ Rimbo Mulyo paling rendah realisasi PBBnya untuk di Kecamatan Rimbo Bujang, kalau saya gali informasi dari pihak desa, kendalanya adalah kurangnya antusias warga setempat untuk membayar PBB,” terang Camat Rimbo Bujang Sukiman melalui Kasi Pemerintahan, Sopyan pada Teboonline.com, Rabu (19/8).

Lanjut Sopyan, selain Rimbo Mulyo, desa Tegal Arum juga rendah realisasinya dengan alasan karena desa Tegal Arum belum lama ini menggelar MTQ tingkat Kecamatan Rimbo Bujang. Karena ada MTQ itu, banyak dana yang terserap kesana disamping pada dua desa itu banyak data wajib pajak yang tumpang tindih dan mempengaruhi tingginya target PBB. (asa)