Gajah Ngamuk, BKSDA Tak Bertindak, Camat Ngadu Ke Dishut

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Merasa tidak tahan dengan kondisi psikologis masyarakatnya yang merasa ketakutan dan cemas dengan keberadaan Gajah Tunggal di Desa Pintas Tuo, Camat Muara Tabir akhirnya mengadu kepada pihak Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Tebo.

"Kami sudah laporkan hal ini kepihak Dinas Kehutanan, berharap agar hal ini dapat ditemukan jalan keluarnya, sebab kondisi ini sudah sangat memprihatinkan," ujar Camat Muara Tabir, Heru pada Rabu (5/8).

Terkait pengaduan yang disampaikan Camat Muara Tabir, Kabid Perlindungan Hutan, Edi Sukarjo kemarin membenarkan hal itu. Dimana dalam hal ini pihaknya menerima informasi langsung dari Camat Muara Tabir, dan akan segera dikoordinasikan dengan pihak BKSDA Tebo.

"Kita sudah terima laporan, dan menurut kita itu perlu relokasi. Tapi persoalannya relokasi butuh dana yang besar, dan ini akan kita koordinasikan dengan BKSDA," terang Edi.

Lebih jauh dijelaskannya bahwa dalam hal ini pihaknya hanya menjembataninya saja, sedangkan secara teknis yaitu adalah merupakan kewenangan BKSDA.

"Kita hanya menjembatani dan membantu, nanti akan kita bicarakan lebih lanjut dengan BKSDA," ujarnya.

Sementara itu sebelumnya diakui Camat Muara Tabir, Heru. Dimana warga sempat mengajak pihak Kecamatan untuk sama-sama mengusir Gajah tersebut, namun mengingat resiko dan segala kekurangan maka hal itu dibatalkan.

"Iya kemarin rencananya mau diusir sama-sama, tapi tidak jadi," terang Camat.

Dikatakannya juga bahwa sejauh ini tim BKSDA turun ke wilayahnya hanya melakukan survei saja, namun warga sudah sangat tidak tahan dengan kondisi kerugian tanaman perkebunannya yang dirusak Gajah. Karena itu warganya meminta BKSDA serius.

"Kami minta BKSDA serius tangani hal inilah," ungkapnya.

Sementara itu, sekedar mengingatkan bahwa beberapa bulan sejak kemunculan Gajah di Kecamatan Muara Tabir, telah merusak ratusan hektar kebun sawit milik warga. Ironisnya, aksi Gajah yang juga telah memberikan trauma terhadap warga, hingga saat ini belum mendapat tanggapan dari BKSDA Provinsi Jambi saat itu.

Terkait hal ini Bupati Tebo, H. Sukandar sempat menanggapi dengan cara Pemkab Tebo telah melayangkan surat kepada BKSDA untuk menangani persoalan Gajah yang ada di Kecamatan Muara Tabir. Namun, tidak tahu kenapa hingga saat ini yang bersangkutan belum turun juga.

“Persoalan Gajah, sebetulnya Klasik. Namun, lambannya BKSDA membuat Gajah semakin merusak kebun warga,” terang Sukandar.

Sukandar menjelaskan, saat ini gajah yang informasinya berjumlah satu ekor, telah merusak kebun sawit didesa Embacang Gedang dan desa Pintas Tuo Kecamatan Muara Tabir.

“Saya minta, BKSDA selaku pihak yang berkompeten segera turun tangan mengatasi Gajah. Soalnya, Gajah tersebut sudah sangat membuat warga pemilik kebun ketakutan,” pungkasnya saat itu. (crew)

Related News