Di Tebo, Kabut Asap Mulai Menebal

Kota Muara Tebo mulai diselimuti kabut asap.

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Sudah beberapa hari ini kota Tebo kembali diselimuti kabut asap. Meski demikian, kabut asap belum mengganggu aktifitas masyarakat.

Pantauan Teboonline.com, Jumat (21/8), mulai pagi hingga sekitar pukul 11.00 WIB, terlihat kabut asap menebal atau pekat. Tampak beberapa pengendara terpaksa menyalakan lampu kendaraannya. Hal itu dilakukan untuk antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Heri, warga kota Tebo mengatakan bahwa, ketebalan kabut asap sudah mengganggu jarak pandang dan mata. "Mata jadi pedih. Begitu juga ketika mengendarai motor, lawan (Kendaraan lain,red) tampak kurang jelas. Terpaksa saya nyalakan lampu motor saat mengendarai. Dari pada nanti tabrakan atau ditabrak pengendara lain," jelasnya.

Heri berharap kabut asap yang menyelimuti kota Tebo dalam beberapa hari ini segera menipis dan menghilang. Pasalnya, banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh kabut asap tersebut, diantaranya masyarakat bisa terkena ISPA. "Tahun kemarin saja anak saya dua duanya kena batuk dan pilek. Sudah berobat tapi tak ada perubahan. Itu arena kabut asapnya tebal dan pekat," tuturnya.

Hal yang sama juga dikatakan Suher, warga desa Bedaro Tampak Kecamatan Tebo Tengah. Dia sangat berharap kabut asap yang menyelimuti Tebo saat ini tidak setebal atau sepakat tahun sebelumnya.

"Kita yang tua saja bisa terserang batuk dan pilek gara-gara kabut asap, apalagi anak-anak. Kasihan Tebo kalau setiap tahunya selalu langganan kabut asap," katanya.

Untuk itu, Suher berharap kepada intansi dan pihak terkait serta masyarakat agar sama-sama menjaga Tebo dari kabut asap. Jangan sampai keberadaan kabut asap justru menjadi malapetaka bagi kita semua.

"Pemerintah dan aparat hukum sebaiknya bekerja semaksimal mungkin untuk memantau setiap titik api. Dan jangan takut untuk menindak tegas jika kedapatan ada yang membuka hutan atau lahan dengan cara dibakar. Dan kita sebagai masyarakat juga harus sadar, jangan membuka hutan dengan cara membakar," pungkasnya. (crew) 

Related News