Sunday, August 2, 2015

Rokok Merk Gudang Cengkeh diduga pita cukainya palsu.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Sejumlah produk rokok dengan merk tertentu yang namanya jarang terdengar, belakangan banyak beredar di wilayah Kabupaten Tebo. Anehnya, pita cukai yang tertera pada kotak rokok tidak sesuai dengan isi dan kemasan, atau diduga palsu.

Berdasarkan hasil investigasi Teboonline.com dilapangan menyebutkan, praktik peredaran rokok ilegal ini diprediksi sudah terjadi lebih dari satu tahun. Dan pasarnya juga sudah mencapai seluruh wilayah Kabupaten Tebo mulai Kota Rimbo Bujang, Rimbo Ilir, Rimbo Ulu, Tebo Ulu, Sumay, VII Koto, dan Serai Serumpun.

Dugaan produk rokok tersebut palsu, pertama, dilihat dari pita cukai yang ada. Di situ tertulis produk rokok merupakan Sigaret Kretek Tangan (SKT), namun berbeda dengan keterangan yang ada pada bungkus rokok yang tertulis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan artinya produk rokok tersebut palsu. Sebab sama sekali tidak sesuai dengan apa yang tertera pada pitanya. Dan bisa jadi, pita yang ada juga palsu atau bukan pita cukai yang semestinya digunakan untuk produk rokok tersebut.

Kemudian, pada Pita cukai tersebut tertulis 12 batang, namun pada bungkus rokok tertulis 20 batang dan beberapa merk rokoknya antara lain Piston, Rasta dan Gudang Cengkeh dengan harga perbungkus berkisar Rp 5000 hingga Rp 7500 dan diketahui, gudang Rokok tersebut berada di jalan 12 Wirotho Agung dan berkantor di jalan 5 Wirotho Agung.

Sagala, penanggung jawab distributor Rokok tersebut saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal rokok tersebut. “Saya hanya kerja, saya menerima rokok sudah seperti itu dari pabrik, saya hanya menjual,” kata Sagala saat dikonfirmasi Teboonline.com, Sabtu (1/8).

Sementara itu, Kapolres Tebo AKBP Aman Guntoro saat dikonfirmasi terkait beredarnya rokok yang diduga berpita cukai palsu tersebut mengatakan bahwa pihaknya bakal turun ke lapangan untuk pengecekan.

“ Soal asli atau palsu rokok itu kita belum tahu, masalahnya itu pihak Bea Cukai yang bisa menentukan. Tapi pihak Kepolisian akan ngecek dulu ke lapangan,” jelas Kapolres saat dikonfirmasi Teboonline.com, Minggu (2/8). (crew)