Banyak Masalah, Kades Mangun Jayo Dinonaktifkan

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Kades Mangun Jayo, Ihsan, sebelumnya yang dituntut oleh warga mengundurkan diri dari jabatannya terkait sengketa tanah dan pemecatan Ketua Adat Desa Mangun Jayo pada beberapa bulan lalu telah dinonaktifkan. Hal ini diakui oleh Camat Tebo Tengah, Soleh pada Senin (03/08).

" Ya, suratnya sudah turun, dia dinon aktifkan, penggantinya belum ada," ujar Camat Tebo Tengah.

Berlainan tempat, kepada Teboonline.com Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo, Noor Setyo Budi dikonfirmasi via telepon juga membenarkan Kepala Desa Mangun Jayo Ihsan telah dinonaktifkan, keputusan itupun menurutnya adalah keputusan Bupati.

" Sesuai dengan keputusan Bupati, dia (Kades_red) sudah dinonaktifkan, dan itu untuk secara teknisnya yang berwenang adalah pihak BPMPD," sebut Sekda Tebo.

Menurut Sekda, terkait hal itu dirinya juga mengatakan bahwa mengenai keputusan yang ditetapkan, apabila yang bersangkutan tidak menerima, maka bisa melakukan pengajuan ke PTUN. "Kalau tidak terima ya bisa mengajukan ke PTUN," katanya lagi.

Perlu diketahui, terkait hal ini bahwa sebelumnya Kepala Badan PMPD Tebo, Haryadi saat dikonfirmasi di kantornya pada Kamis (30/7) kemarin mengaku hal tersebut bukan kewenangannya, dirinya juga terlihat enggan berbicara terkait isu adanya surat yang telah diterbitkan terkait kasus di Desa Mangun Jayo.

" Saya cuma sekretaris, kalau teknisnya langsung saja ke ketua tim, pak Sekda atau pak Harmain, saya buru-buru mau berangkat," jawab Haryadi.

Saat ditanyai lagi terkait kondisi terkini penanganan kasus tersebut, lagi-lagi Haryadi mengatakan bahwa hal tersebut yang lebih mengetahui Camat Tebo Tengah, karena menurutnya hal ini adalah kerja tim, jadi dirinya tidak bisa menjawab sembarangan.

" Kalau kondisi sekarang langsung kecamat saja," kilahnya.

Saat disinggung, soal surat yang dikabarkan telah turun, Haryadi pun terkesan tidak mampu menjawab, dan ditanya soal hasil terkini dari penanganan kasus itu, diapun kembali menjawab hal tersebut teknisnya adalah oleh Ketua Tim, Sekda Tebo.

" Hasilnya belum tahu, lebih kongkritnya lagi langsung ke pak Sekda, beliau ketua tim," imbuhnya.

Sementara itu, untuk diketahui bahwa dalam surat resmi yang ditanda tangani Bupati Tebo Sukandar pada beberapa bulan lalu yang merupakan ujung dari aksi demo masyarakat Mangun Jayo, dinyatakanlah bahwa Kades Mangun Jayo Terindikasi melanggar undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yaitu Pasal 26 ayat 1, ayat 2 (huruf f, g, k), ayau 4 (c,d,e,f,g,k,m,o, dan p) Pasal 27 huruf c dan d, dan Pasal 29 huruf a,b,c,d,e, dan k.

Ada 9 point indikasi pelanggaran yang dilakukan Kepala Desa Mangun Jayo diantaranya ialah Kepala Desa Mangun Jayo Terlibat Dalam pembebesan lahan sawah yang terletak di Desa Mangun Jayo dan Menjual kembali kepada Koperasi Tujuan Murni. 

Kemudian, memberhentikan Ketua Lembaga Adat, Menjual Balai Desa tanpa musyawarah, Tidak ada penjelasan Tanah Kas Desa (TKD) yang berlokasi di Teluk Tanah Liat, Dana Tanda Keseriusan Menejeman (TKM) dari PT Tebo Indah penggunaannnya tidak dijelaskan kepada Masyarakat, Menolak kegiatan PNPM Mandiri Pedesaan, Menolak lokasi Pembangunan dam, Tidak Melakukan kerjasama dengan lembaga kemasyarakatan yang adadi Mangun Jayo, dan Dalam memngambil kebijakan atau keputusan tentang pembangunan desa tidakdilakukan secara musyawarah.

Berdasarkan atas Indikasi pelanggaran tersebut, Maka Kades Mangun Jayo, Ihsan diberikan teguran tertulis dan diminta menyelsaikan permasalahan tersebut dalam jangka satu bulan yaitu 7 Mei hingga 7 juni 2015. Namun apa bila dalam waktu tersebut tidak bisa terselesaikan, maka Kades Mangun Jayo akan diberi sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Atas Keputusan Tersebut, Perwakilan Masyarakat Mangun Jayo yang juga Ketua BPD Desa Mangun Jayo, Sutani saat dikomfirmasi Mengaatakan bahwa pada dasarnya masyarakat menginginkan Kades Mangun Jayo untuk segera diberhentikan. namun karena hal tersebut harus dilakukan sesuai prosedur dan Keputusan tersebut dinilainya sudah sangat menjawab keingingnan masyarakat Mangun Jayo.

Tapi dirinya yakin bahwa Kades Mangun Jayo tidak akan bisa menyelsaikan masalah yang telah banyak terjadi di Desa Mangun Jayo dalam waktu satu bulan dan apada akhirnya juga akan diberhentikan.

" Pada dasarnya masyarakat menginginginkan secepatnya kades dinonaktifkan, tapi karena keputusan ini sesuai dengan prosedur, maka kami akan menrimanya. Namun kami yakin masalah yang sekian banyak tidak akan mungkin bisa diselesaikan kades selama satu bulan. Pada muaranya kades juga akan dinonaktifkan" ujar Sutani.

Hasil kesepakatan tersebut langsung ditandatanggani oleh Sukandar Bupati Tebo, Harmain Asisten I Sekda Tebo, M. Hatta Asisten III Sekda Tebo, Haryadi Kepala PMPD Tebo. Juga ditandatanggai oleh Wakapolres Tebo, Kasat Intel Polres Tebo serta perwakilan dari warga. Hasil kesepakatan langsung dibacakan oleh Wakapolres Tebo dihadapan warga. Dan warga pun membubarkan diri meski terlihat masih kurang puas dengan kesepakatan tersebut.

Sedangkan Bupati Tebo Sukandar berharap permasalahan ini bisa selesai secepat mungkin tanpa ada yang dirugikan. Sebagai Pemerintah, dia mengaku harus bersikap netral tanpa berpihak kepada siapapun.

" Kita akan bantu menyelesaikan masalah ini. Kita akan surati PT TI untuk menghentikan sementara aktivitas pembukaan lahan," tutupnya. (crew)

Related News