Sopir Tebo Keluhkan Pungutan Organda Bungo

Sopir angkutan sawit saat bayar retribusi di Pos Organda Bungo.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Para Sopir angkutan barang di Kabupaten Tebo yang melintasi lintas Rimbo Bujang menuju Kabupaten Bungo ataupun Padang, mengeluhkan adanya pungutan yang dilakukan oleh pihak Organda Kabupaten Bungo.

Organda Kabupaten Bungo tersebut mendirikan Pos tepatnya diperbatasan desa Rimbo Mulyo Kecamatan Rimbo Bujang dengan Tanah Sepenggal Lintas atau Simpang Sawmel Kabupaten Bungo.

Menurut Yusuf, salah seorang sopir angkutan Pasir asal Dusun Tuo Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo yang setiap harinya mengangkut pasir dari Sungai Arang Kabupaten Bungo menuturkan, dirinya harus membayar Rp 10 Ribu atau Rp 15 Ribu kepada petugas Organda di Pos tersebut.

“Saya harus bayar Rp 10 Ribu setiap lewat, tentunya kami ini Sopir mengeluh dengan pungutan ini. Belum lagi kami bayar retribusi di Pos Terminal Rimbo Bujang,” ujar Yusuf mengeluh pada Teboonline.com, Minggu (6/7).

Hal senada juga diungkapkan Solihin, Sopir Mobil Bok yang mengangkut salah satu produk Rokok ternama. Dalam seminggu, Solihin dapat dipastikan masuk ke Rimbo Bujang sebanyak tiga kali.

Tiga kali itu pula dia bayar Retribusi Organda Bungo tersebut, namun yang ia pertanyakan, apakah pungutan retribusi Organda Bungo tersebut legal dan sesuai aturan, atau pungutan liar (Pungli).

“ Saya sopir yang dalam seminggunya melintas ke tiap Kabupaten yang ada di Propinsi Jambi, Organda yang berani memungut Retribusi di jalan itu yang saya temui di Organda Bungo ini, kan aneh. Polisi harus menindak tegas ini kalau dalam pungutan itu ada unsure Punglinya,” cetus Solihin. (crew)

Related News