Pemerintah Belum Perbaiki Jembatan Mengilang Sungai Bengkal

Jembatan Mengilang kian hari terus mengalami
amblas, sementara belum ada tanda - tanda perbaikan
dari Pemerintah.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Masyarakat Kabupaten Tebo minta agar jembatan Mengilang di Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir, segera diperbaiki. 

Pasalnya, saat jembatan tersebut amblas akibat ditabrak mobil fuso bermuatan pupuk beberapa bulan yang lalu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Sementara, kondisi jembatan kian hari bertambah amblas.

"Lihat saja sendiri, amblasnya semakin dalam," ujar Ardan, salah satu warga Kecamatan Tebo Ilir, pada Teboonline.com.

Yang dikawatirkan, lanjut Ardan, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan penghubung antar kabupaten. Jika kondisinya putus, tentu kecamatan Tebo Ilir jadi terisolir. "Memang sudah dibangun jembatan alternatif. Tapi terkadang tidak bisa difungsikan sama sekali," tuturnya.

Hal yang sama juga dikatakan Andi, warga Kecamatan Tebo Tengah. Dia menyayangkan dengan kondisi jembatan tersebut masih banyak mobil atau kendaraan bertonase berat melintas.

"Awal amlas kemarin kendaraan yang boleh melintas dibatasi, yaitu dibawah 5 ton. Tapi sekarang semua kendaraan bebas melintas. Ini yang akan membuat jembatan bertambah parah," katanya.

Ironisnya lagi, kata Andi, tidak tampak satu pun petugas pengatur jalan maupun petugas kepolisian, yang mengatur lalu lintas di jembatan tersebut. "Ini jalan lintas. Kondisinya ambruk dan semakin parah karena masih bebas dilalui kendaraan. Itu karena tidak ada satupun petugas yang mengatur jembatan, sehingga kendaraan berat bebas melintas," tukasnya. 

Untuk itu, Andi minta kepada kepada pemerintah maupun instansi terkait agar segera memperbaiki jembatan tersebut. Agar lalu lintas kendaraan lancar dan aktivitas masyarakat tidak terganggu. 

"Kalau dibiarkan saja, lalu lintas kendaraan terganggu. Tidak itu saja, aktivitas kita dan warga disini juga terganggu. Untuk itu kita minta segera diperbaiki," pungkasnya. (crew/peta)

Related News