Sunday, July 26, 2015

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Rencana pihak KPUD Tebo yang akan mengurangi jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Gubernur bulan Desember mendatang, tampaknya bakal mengurangi minat para pemilih untuk menggunakan hak pilihnya atau memicu tingginya angka Golput.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Tebo, Wartono Triyan Kusuma. Menurut Wartono, jauhnya TPS dari rumah warga itu sangat mempengaruhi faktor psikologis pemilih untuk datang ke TPS untuk memilih. Kalau TPSnya dekat dengan rumah pemilih, tentunya si pemilih itu tinggi minatnya untuk memilih, tapi kalau jauh malah akan terjadi sebaliknya.

“ Kita minta agar pengurangan jumlah TPS di Kabupaten Tebo dipertimbangkan kembali, karena berapapun dana untuk operasional TPS pasti Negara akan membiayai demi terlaksananya Pilkada yang kondusif. Kalau angka Golput tinggi di Pilgub nanti, itu artinya KPUD Tebo gagal menggelar Pilgub Jambi di Tebo,” ujar Wartono, Wakil Ketua DPRD Tebo pada Teboonline.com, Minggu (26/7) usai acara pemakaman Istri dari Ucok Marpaung Wartawan Media Nasional di Rimbo Bujang yang meninggal dunia akibat serangan Tumor ganas.

Wartono kembali memberikan contoh, pada Pilpres lalu di jalan Sultan Hassanudin ada 4 TPS, informasinya akan dikurangi menjadi 2 TPS. Sebagian pemilihnya pada Pilgub mendatang, DPTnya akan terbagi di jalan Imam Bonjol, untuk datang ke jalan Imam Bonjol untuk memilih, pemilih enggan melakukannya. Tentunya itu akan timbul angka Golput di TPS.

Sementara itu, Komisioner KPUD Tebo, Riance Juscal saat dikonfirmasi Teboonline.com terkait wacana pengurangan jumlah TPS pada Pilgub nanti membenarkan. Pada Pilpres lalu, jumlah TPS di Kabupaten Tebo sebanyak 727 TPS dan satu TPS ada sekitar 500 pemilih sehingga jarak antara TPS satu dan TPS lainnya saling berdekatan.

Sesuai UU No 1-8 tentang Pemilukada serentak, jumlah pemilih  setiap TPS itu sebanyak 800 pemilih. Sehingga, perlu adanya penggabungan TPS dan penggabungan TPS itu tetap melihat dari factor geografis dan Topologis.

“ Dari 727 TPS dikurangi menjadi 668 TPS, pengurangan ini sesuai permintaan dari KPU Propinsi Jambi dan penggabungan TPS ini tetap melihat factor Geografis dan Topologis serta tetap melihat TPS yang masih mudah dijangkau oleh pemilih,” jelas Riance via HP. (crew)