Diduga, PT LAJ Buka Lahan Dengan Cara Dibakar

Ilustrasi.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Ketua Yayasan Amdal Indonesia (YAI) Provinsi Jambi, Tri Joko menduga PT LAJ perusahaan yang bergerak pada bidang HTI di Kabupaten Tebo, membuka lahan dengan cara membakar. Hal itu dijelaskannya berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh tim YAI Jambi beberapa waktu yang lalu.

"Kita sudah turun ke lokasi. Benar ada beberapa lokasi yang baru dibuka dengan cara dibakar. Kuat dugaan kita jika itu di lokasi izin PT LAJ," ungkap Joko pada Teboonline.com, Senin (13/7).

Dikatakan Joko, saat ini timnya tengah membuat surat teguran untuk PT LAJ agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Tidak itu saja, lanjut dia, timnya juga tengah membuat laporan tertulis yang akan ditujukan pada Kementrian lingkungan hidup dan kehutanan.

"Ini kan sudah melanggar UU Nomor 39 tentang Perkebunan dan Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup. Sanksinya juga jelas berupa pidana kurungan dan denda," tegasnya.

"Kita tidak akan memberikan toleransi sedikitpun kepada perusahaan yang membuka lahan dengan cara dibakar. Sebab kerugian dan polusi udara akan membahayakan kesehatan dan lingkungan," tegasnya lagi.

Parahnya lagi, lanjut Joko, dirinya juga menduga jika perusahaan melakukan aktivitas di lahan konservasi. "Nanti kita akan minta kepada Dinas Kehutanan Tebo untuk mencrosscek kebenaran ini. Yang jelas ini masih dugaan sementara dari hasil investigasi kita dilapangan," pungkasnya. (peta)

Related News