Urus Sertifikat Prona Di Desa Melako Intan Dipungut Rp 3 Juta

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Warga desa Melako Intan Kecamatan Tebo Ulu mengeluhkan adanya pungutan untuk pengurusan pembuatan Sertifikat Prona pada tahun 2014 lalu. Sebagai panitianya, diketahui adalah pejabat Kades Melako Intan, Siam.

Menurut warga setempat yang tak mau disebut namanya mengatakan, panitia tersebut memungut biaya sebesar Rp 3 Juta kepada warga yang mengurus Sertifikat Prona. Panitia tersebut berdalih, biaya diberikan kepada BPN Tebo selaku penerbit Sertifikat.

“ Kami ko warga keberatan dipinta duit 3 Juta untuk buat Sertifikat Prona, setau kami, Sertifikat Prona ko kan gratis dak dipungut biaya. Tapi fakta ini malah dipungut, ini kan namonyo pungli,” ujar warga ini mengeluh pada Teboonline.com, Rabu (17/6).

Tambah warga ini lagi, sampai tahun 2015 ini, Sertifikat Prona yang diurus oleh Kades belum semuanya siap. Masih ada yang belum terbit, sementara biaya semuanya sudah dipinta.

Kades Melako Intan, Siam saat dikonfirmasi Teboonline.com terkait hal itu membantahnya. Kades Siam mengakui bahwa di desa Melako Intan untuk program Sertifikat Prona berakhir pada tahun 2012 lalu.

Bahkan, saat ditanya apakah tahun 2014 lalu di desa Melako Intan ada mendapatkan alokasi Sertifikat Prona, Kades Siam malah mengancam Teboonline.com. “Apo urusan kau nelpon – nelpon aku, gek nomor kau ni ku kasih ke anakku yang Tentro di Tebo itu biak nyari kau baru tau raso kau,” ujar Kades Siam saat dikonfirmasi Jambi Star beberapa waktu yang lalu.    

Sementara itu, menurut penjelasan Sekretaris Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tebo, Yajid saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa alokasi Sertifikat Prona dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tebo di desa Melako Intan Kecamatan Tebo Ulu pada tahun 2014 lalu, kurang lebih sebanyak 50 Persil dan warga yang mendapatkannya, itu tidak diperbolehkan dipungut biaya.

“Untuk pengurusan Sertifikat prona itu tidak dikenakan biaya, untuk di Melako Intan, alokasi Sertifikat Prona ada 50 persil, sebagian memang belum selesai pengurusannya karena masih ada kendala seperti surat menyurat tanah dan ukurannya, untuk lebih jelasnya silahkan Tanya Kades,” ujarnya saat dikonfirmasi Teboonline.com via HP, Rabu (17/6). (crew)

Related News