Shalat Tarawih, Jamaah Masjid Agung Al-Ittihad Kehilangan Sandal

Masjid Agung Al Ittihad Muara Tebo
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Kabar buruk bagi jamaah sholat Tarawih Masjid Agung Al-Ittihad Kabupaten Tebo. Bagaimana tidak, di hari pertama sholat Taraweh di Masjid Agung kebanggaan Kabupaten Tebo ternyata menimbulkkan kesan yang memilukan bahkan memalukan, pasalnya puluhan jamaah sholat tarawih kehilangan sandal ketika hendak pulang.

Menurut informasi dan pantauan Teboonline.com dilapangan, Rabu malam (17/06) kemarin, ditengah-tengah jamaah yang berbondong-bondong pulang, terlihat juga jamaah yang kebingungan karena sandal yang diletakkan ditempat Sandal sudah lenyap entah kemana.

TM (26), salah satu jamaah yang kehilangan sandal mengatakan, dirinya tidak menyangka ada kesan yang buruk bagi para jamaah Tarawih di Masjid kebanggan Tebo, khususnya jamaah yang kehilangan sandal.

"Ya, hari pertama sholat Tarawih sandal banyak hilang, termasuk sandal saya," ungkap TM dengan nada kesal

Hal senada juga dialami, Sofyan, ia mengungkapkan, bahwa sandal miliknya yang hilang itu posisinya sangat bagus bahkan letaknya pun tersembunyi.

"Memang sandal yang saya pakai itu sandal bagus, makanya disembunyikan, tapi ko' malah hilang juga, ini artinya pencuri sandal itu sebelumnya sudah merencanakan aksinya," sebut Sofyan kemarin

Menyikapi atas kejadian itu, Sekda Tebo, Noor Setya Budy, saat dikonfirmasi, Kamis (18/06) kemarin. Dirinya mengatakan bahwa untuk bagian keamanan itu kita serahkan sepenuhnya ke pengurus Masjid, akan tetapi surat kepetusannya (SK) nya belum ditanda tangani oleh Bupati.

"Masalah keamanan, kebersihan dan sebagainya sepenuhnya kita serahkan kepengurus, tapi itu tadi tinggal nunggu SK yang belum dapat tanda tangan," sebut Sekda saat ditemui diruang kerjanya kemarin

Dikatakan Sekda, dirinya sangat menyayangkan atas kejadian ini, seharusnya lanjut Sekda, kejadian ini tidak boleh terjadi apa lagi menyangkut nama baik masjid Agung, dan menimpah para jamaah yang sholat disana.

Sekda berharap, dalam waktu dekat ini SK kepengurusan segera di tanda tangani Bupati, agar kejadian serupa ini tidak terulang kembali. Mungkin pengurus masjid nanti diminta untuk membuat tempat penitipan sandal, seperti di masjid-masjid besar lainnya.

"Kalau SK sudah ditanda tangani tentu bagian kepengurusan akan lebih cepat melaksanakan tugasnya, kita minta pengurus membuat semacam tempat penitipan sandal, agar uang dari hasil penitipan bisa dibuat untuk kebutuhan kebersihan Masjid," tutup sekda sambil berharap. (hsni)


Related News