Pelayanan BPJS, Pemerintah cuma Tanggung 62.400 Warga Miskin

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Sedikitnya ada 62.400 masyarakat miskin di Kabupaten Tebo yang kini memperoleh jaminan kesehatan berupa BPJS dari pihak Pemerintah. Jumlah tersebut sudah termasuk kelompok masyarakat pengguna Jamkesmas dan jamkesda.

"Untuk pengguna Jamkesmas (BPJS_red)  itu ada 62.000 peserta, ini yang ditanggung oleh pemerintah pusat. Sedangkan yang Jamkesda ada 5.400 peserta, itu kita (Daerah, red) yang menanggung biayanya," beber Ridwan, Kadis Kesehatan Tebo, kepada Teboonline.com.

Terkait bentuk pelayanan, khususnya bagi warga miskin jika dibandingkan dengan peserta umum lainnya, Ridwan bilang untuk pelayanannya tidak ada bedanya dengan yang umum.

"Semua sama saja, tetap melalui prosedur yang berlaku. Biasanya pelayanan tingkat primer (Puskesmas_red) dulu, barulah nanti penanganan tindak lanjut langsung ke Rumah Sakit," ucapnya meyakini.

Saat disinggung berapa besar beban biaya tiap pesertanya, kata Ridwan baik Jamkesmas maupun Jamkesda itu sebesar Rp 19,250. Ini bisa disetorkan ke pihak BPJS jika Bendahara Umum Daerah (BUD) sudah menerima laporan klaim dari pihak puskesmas ke BPJS.


"Biasanya Puskesmas menyampaikan klaim pengobatan ke BPJS dulu. Setelah dibayar oleh BPJS, barulah kantor BPJS mencairkan lagi ke BUD," kata Ridwan.

Terakhir saat ditanya apakah setiap tahunnya selalu ada perubahan data warga penerima bantuan BPJS, Ridwan bilang, dari dulu sampai sekarang kuota penerima bantuan BPJS tetap segitu tidak mengalami perubahan. Pasalnya kata dia, pihaknya belum memiliki petugas data dilapangan, sehingga data penerima bantuan BPJS dari tahun ketahun sepertinya yang itu-itu saja. "Setiap tahun segitulah yang jadi tanggungan kita," tuntasnya. (ard)

Related News