Koperasi MB Tutup Jalan, Buntut Kisruh Warga Napal Putih Dengan Koperasi MB

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Koperasi Maju Bersama (MB) yang berlokasi di Desa Napal Putih, Kecamatan Serai Serumpun, Rabu (3/6) dengan tegas tetap menutup akses jalan yang berbatasan antara desa Napal Putih dengan area lahan eks Hutan Produksi yang kini sudah dikelola oleh koperasi MB. 

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh ketua koperasi MB, Azri SH, usai menghadiri rapat mediasi dengan pihak Pemkab, Polres, dan masyarakat petani di desa Napal Putih.

Azri menuturkan, jika penutupan akses jalan dengan membuat parit gajah tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya aksi kejahatan di dalam area lahan eks HP. Pasalnya, sampai saat ini pihak koperasi masih keterbatasan SDM, serta belum bisa menyediakan fasilitas pos penjagaan untuk keluar masuknya hasil perkebunan.

"Biar safety saja, karena keluar masuk buah dan getah belum bisa termonitoring sepenuhnya," sebutnya dihadapan para undangan mediasi.

Azri juga mengklaim jika pembentukan usaha koperasi MB sudah sejak 2010 dan telah melalui berbagai prosedur baik secara hukum maupun legalitas. Untuk itu lanjut dia, atas nama koperasi MB pihaknya tetap menutup akses jalan yang lama dan membuka akses jalan yang baru.

"Jadi untuk akses jalan yang baru kita buatkan satu pintu. Silahkan warga sekitar menggunakan akses jalan satu pintu," tuturnya meyakini jika akses jalan lama dan baru hanya selisih jarak 500 meter saja.

Masih ditempat yang sama, Junawal, perwakilan petani asal desa Napal Putih Kecamatan Serai Serumpun Kabupaten Tebo meminta kepada pihak koperasi untuk tetap membuka akses jalan yang lama. 

Pasalnya, warga merasa kesulitan melakukan aktifitas jika jalan tersebut ditutup. Selain itu ia juga mengaku jika keberadaan warga desa Napal putih sudah sejak dulu bermukim disitu sebelum berdirinya koperasi.

"Kami dan jalan di desa ini sudah puluhan tahun disini, sebelum ada koperasi," ucapnya.

Kendati sudah melalui berbagai proses penyelesaian, baik dari pemerintah daerah, Kepolisian dan serikat petani namun hasil mediasi belum juga menemukan solusi antar dua belah pihak. Akan tetapi Pemkab dalam hal ini sebagai penengah tetap melakukan kontrol monitoring kedalam.

Dalam mediasi yang dipimpin oleh Asisten II, Abu Bakar dan dihadiri oleh Asisten I, Harmain, Asisten III M.Hatta dan kepala Dinas Kehutanan Prayitno tadinya sempat memanas. Pasalnya, kedua belah pihak ngotot mempertahankan akses jalan tersebut. Sebagai pihak yang ingin memfasilitasi konflik tersebut Abu Bakar sedikit meminta kepada kedua belah pihak untuk membuka diri.

" Kalau sudah seperti ini kita minta kepada kedua belah pihak untuk memikirkan penyelesaian dari hati ke hati. Bagaimanapun juga ini ujung-unjungnya masalah kemanusian," kata Abu Bakar.

Terakhir dari hasil mediasi didapat kesimpulan, jika pihak koperasi MB tetap kekeuh menutu jalan lama, dan tetap membuka akses jalan satu pintu untuk akses dan aktifitas masyarakat sekitar. (crew/de2) 

Related News