Kesetrum, Jari Tangan Tamrin Putus Dan Akhirnya Meninggal

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Naas menimpa Tamrin (52), salah satu warga desa Penapalan ini harus kehilangan 4 jarinya pada bulan Mei lalu dan  meregang nyawa pada Selasa sore (23/06) setelah sebelumnya terkena sambaran aliran listrik melalui kabel tiang PLN yang berada diarea rumahnya.

Tetangga Korban, Erwin  mengatakan bahwa Kejadian bermula saat Tamrin Akan membersihkan dahan pohon jeruk didepan rumahnya karena didaerahnya rata-rata kebanyakan pohon sudah hampir menyentuh kabel tiang listrik. Ketika Tamrin ingin menarik dahan yang akan menyentuh kabel, secara spontan tersengat listrik dan memutus jari-jari tangan kirinya Tamrin.

Ketika Tamrin masih dalam keadaan tersengat aliran lsitrik, salah satu keluarganya langsung menyelamatkannya dengan menggunakan sebilah kayu agar tidak teraliri listrik yang sedang menguasai tubuh Tamrin.

"Pepohonan disini banyak yang dekat dengan kabel, jadi bisa bahaya kalau dahan pohon sempat menyentuh kabel tersebut. Mengetahui hal itu, agar tidak jatuh korban, Tamrin berniat untuk menjauhkan dahan tersebut. Akan tetapi, karena niat baiknya tamrin malah menjadi korban dari kabel listrik," ungkapnya.

Bukan hanya jari saja yang putus, lanjut Erwin, urat Nadi Tamrin pun juga ikut putus karena dirinya menggunakan jam tangan, ditambah lagi aliran listrik yang tinggi. Dan saat Tamrin disengat aliran listrikpun, sontak salah satu Travo yang berada didesa Penapalan juga meledak.

"Yang lebih naasnya lagi, saat kesetrum, Tamrin yang menjadi korban karena dugaan kelalaian Pihak PLN dibagian lapangan yang membersihkan jaringan, Urat Nadi ditangan kirinya juga terputus karena korban menggunakan jam tangan yang mengandung unsur besi," sebutnya.

Erwin sangat menyayangkan, karena umur salah satu tetangganya ini tidak bertahan lama. Setelah kejadian naas yang menimpanya satu bulan lalu dan melaksanakan perawatan dan operasi di rumah sakit  di Padang, Tamrin sudah meninggal karena urat Nadi yang sudah dioperasi kemarin kembali lepas dan banyak mengeluarkan darah.

"Meninggalnya pada hari ini (Kemarin, red) karena urat Nadi korban lepas dan banyak mengeluarkan darah paska operasi di salah satu rumah sakit Padang ketika akan ke kamar Mandi. Sebenarnya korban masih butuh perawatan, karena berasal dari keluarga yang sederhana dan terkendala biaya. saat sudah mulai pulih, pihak keluarga memutuskan  untuk membawa korban pulang ke rumah dan memberikan perawatan di rumah," jelasnya.

Sementara itu, Erwin membeberkan akan perihal ini, pihak keluarga sangat menyayangkan dengan tanggapan dari pihak PLN Rayon Tebo yang apatis. Pasalnya, dari korban mengalami perawatan hingga meninggal, tidak ada partisipasi atau bela sungkawa yang disampaikan oleh pihak PLN Rayon Tebo kepada keluarga korban. (crew)

Related News