Wartono : Tangkap Mucikari Anak Dibawah Umur

WARTONO TRIYAN KUSUMA, SE,MM
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Adanya indikasi jaringan Pekerja Seks Komersial (PSK) anak dibawah umur di Kecamatan Rimbo Bujang yang dikoordinir oleh seorang Mucikari berinisial IN, ditanggapi serius oleh anggota DPRD Kabupaten Tebo.

Adalah Wartono Triyan Kusuma, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tebo ini menyebutkan bahwa terungkapnya indikasi Mucikari PSK anak dibawah umur didaerah yang skalanya masih Kecamatan ini, menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum untuk segera mengungkap dan menangkap Mucikari IN itu.

Menurut Wartono, adanya jaringan PSK anak dibawah umur di Kecamatan Rimbo Bujang yang sudah terekspos di Media, bisa menjadi langkah awal para penegak hukum untuk segera membongkar praktek prostitusi terselebung tersebut.

“ Segera tangkap mucikari anak dibawah umur, hal ini tidak bisa didiamkan karena yang dirusak adalah anak – anak yang masih dibawah umur,” kata Wartono mengomentari fenomena jaringan prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur di Kecamatan Rimbo Bujang dengan nada keheranan, Rabu (20/5).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, informasi yang berhasil dirangkum Teboonline.com dari beberapa nara sumber yang layak dipercaya menyebutkan, bahwa Mucikari tersebut berinisial IN, ada beberapa orang anak asuhnya dan system kerjanya secara Freelance. Kapan ada tamu, pada waktu itulah anak asuhnya bekerja.

“ IN itu gremo, anak buahnya anak – anak masih dibawah umur, malah anaknya sendiri namanya DW diduga pernah dijual Perawannya seharga Rp 2 Juta, disaat itu DW dijebak di Hotel sama IN makanya DW mau tak mau harus mau,” ujar nara sumber yang enggan disebut namanya.

Berdasarkan informasi itu, Teboonline.com melakukan investigasi ke lapangan. Adanya informasi yang menyebutkan IN adalah seorang Mucikari anak dibawah umur, diperkuat dengan adanya anak – anak perempuan dibawah umur yang ditampung di rumah kontrakannya yakni di jaln 3 Kelurahan Wirotho Agung.

Hal itu terungkap beberapa minggu yang lalu saat rumah yang didiami oleh IN digrebek oleh warga setempat. Penggrebekan yang dilakukan dua kali pada waktu yang berbeda Sekitar pukul 24.00 WIB, didalam rumah IN ditemui 3 anak perempuan yang masih dibawah umur.

Selain 3 anak perempuan tersebut, ada 6 orang Laki – laki dan minuman Tuak. Warga setempat kemudian mengarak mereka ke rumah Ketua RT setempat. Mereka didenda adat dua ekor Kambing sesuai Peraturan Jalur yang ada karena mereka sudah meresahkan lingkungan karena mereka diketahui berpasangan tanpa ada ikatakan perkawinan atau keluarga didalam rumah pada pukul 24.00 WIB.

Paska kejadian itu, IN diusir oleh warga setempat dari rumah kontrakannya tersebut karena dinilai telah berulang kali berbuat onar dan meresahkan masyarakat. (crew)


Related News