Kejari Bidik Kasus PNPM MP Rimbo Bujang, Restu : Ada Dugaan Penyimpangan Dana Rp 700 Juta Lebih

Eks pengurus PNPM MP Rimbo Bujang, tengah kemeja hitam Ketua UPK, Sardi.
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo, saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penyelewengan dana program PNPM MP di Kecamatan Rimbo Bujang. Dalam kasus tersebut, diduga ada penyelewengan dana sekitar Rp 700 juta lebih.

"Iya tengah kita selidiki. Dugaan sementara ada penyimpangan dana sekitar 700 juta lebih," terang Restu AC, Kasi Pidsus Kejari Tebo sewaktu dikonfirmasi Teboonline.com diruang kantornya, Senin (25/5).

Restu menjelaskan, saat ini pihaknya sudah memanggil 4 orang saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan penyelewengan tersebut. Terkait siapa-siapa saksi yang telah dipanggil tersebut, dia enggan untuk membeberkannya.

"Sudah 4 orang yang kita panggil dan dimintai keterangan. Kemungkinan bakal ada lagi pihak-pihak terkait yang akan kita panggil untuk dimintai keterangannya," tuturnya.

Saat disinggung Teboonline.com apakah ada pemanggilan terhadap dinas atau SKPD terkait kasus tersebut, dalam hal ini Dinas PMPD Kabupaten Tebo, Restu mengatakan, "Iya, kemungkinan besar bakal kita panggil untuk dimintai keterangan juga. Yang jelas, kasus ini tengah kita selidiki, dan sekarang pada tahap pengumpulan keterangan saksi," pungkasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, diduga ada kebocoran dana PNPM tahun 2014 berkisar Ratusan Juta Rupiah bahkan mendekati 1 Milyar Rupiah.

Kebocoran dana tersebut, terindikasi melalui praktek oknum anggota PNPM menyalurkan dana (Pinjaman_red) kepada kelompok PNPM fiktif. Terendusnya dugaan kasus penyalah gunaan dana PNPM tersebut berawal adanya laporan masyarakat kepada instansi terkait.

Diperkuat adanya informasi yang dihimpun dilapangan, bahwa tim tingkat Kabupaten Tebo sudah melakukan penelusuran dan audit ke pihak pengurus PNPM Kecamatan Rimbo Bujang.

Menguatnya indikasi dugaan penyalahgunaan dana PNPM Rimbo Bujang, adanya informasi salah seorang oknum Pengurus PNPM yang kabur dan hingga saat ini belum diketahui keberadannya, sementara oknum tersebut sangat vital dalam jabatan Kepengurusan PNPM Rimbo Bujang.

Beberapa waktu yang lalu, sejumlah barang berharga yang merupakan aset pribadi milik mantan Bendahara PNPM MP Kecamatan Rimbo Bujang yakni Eni Herawati, disita oleh PNPM MP Kecamatan Rimbo Bujang. Aset tersebut berupa kebun karet seluas kurang lebih 2 hektar, pekarangan beserta rumah di beberapa tempat dan satu unit kios yang terletak di samping Terminal Rimbo Bujang.

Penyitaan aset pribadi milik Eni Herawati tersebut merupakan salah satu lanjutan dari tindak lanjut pihak PNPM MP Rimbo Bujang itu sendiri dalam rangka proses tindak lanjut adanya dugaan penyelewengan dana SPP PNPM MP Kecamatan Rimbo Bujang senilai Rp 771 juta yang dilakukan oleh Eni Herawati selaku bendahara saat itu.

Selain itu, Sardi sebagai Ketua UPK dan Barokah sebagai Sekretaris UPK, juga dimintai pertanggung jawaban untuk membantu Eni Herawati dalam mengembalikan dana SPP yang diduga telah diselewengkan tersebut. Diketahui, dua orang tersebut (Sardi dan Barokah_red) memberikan uang sebesar Rp 15 Juta kepada PNPM MP. Di satu sisi, kedua orang tersebut menyatakan tidak pernah turut memakai uang yang diselewengkan tersebut.

Sementara, selama proses investigasi yang didalamnya ada Faskab, PJOK, BKAD dan pihak Kecamatan untuk mengungkap siapa pelaku penyelewengan dana SPP yang sebenarnya, Eni Herawati hanya mengakui menggunakan dana tersebut Rp 100 Juta dari Rp 771 Juta dan tinggallah Rp 661 Juta yang masih tanda tanya.

Namun, meskipun pengakuannya seperti itu, Eni Herawati tetap dituding sebagai orang yang paling bertanggung jawab dan akhirnya, beberapa asset berharganya disita. Aset tersebut, diberikan kepada PNPM MP oleh Eni Herawati sebagai pengganti dana yang diduga telah diselewengkan tersebut. (crew/peta)

Related News