Isu Bakso Celeng Resahkan Warga Rimbo Bujang

TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Maraknya isu penggunaan daging Babi sebagai bahan dasar pembuatan bakso di Kecamatan Rimbo Bujang dan Rimbo Ulu, menimbulkan rasa kekhawatiran warga.

Akibat isu yang kian hari kian santer, Ani (34), ibu rumah tangga sekaligus pedagang ini merasa takut untuk mengkonsumsi bakso. Biasanya, dia berdagang mie Ayam dengan bakso. 

Namun, kali ini dia tidak menggunakan bakso sebagai bahan pelengkap dagangaannya. Dia takut, jika salah satu bakso yang dia jual ternyata mengandung daging babi.

"Dulu kalau dagang saya pakai bakso mas, kalau sekarang enggak. Takut, ntar disalahin warga lagi," ujar wanita yang sedang melayani pembelinya di Kawasan Pasar Sarinah Rimbo Bujang (18/5).

Selain Ani, Ria (29), salah seorang yang mengaku penggila makanan bakso, untuk sementara belum ingin mengkonsumsi bakso. Dirinya takut akibat isu yang beredar dan menghawatirkan putra-putrinya yang sering membeli makanan bakso kuah dari pedagang keliling di sekolah-sekolah.

Imbas dari isu peredaran daging bakso celeng, sudah sepekan lamanya, pedagang yang menetap maupun keliling menggunakan gerobak yang berhasil ditemui Teboonline.com menuturkan omzet mereka mengalami penurunan drastis hingga 40 persen.

Para pedagang bakso berharap pemerintah turun tangan untuk meredam adanya isu daging celeng yang beredar di masyarakat. Mereka juga berharap pemerintah menindak pedagang bakso nakal dengan hukuman seberat-beratnya.

“Ya kami para pedagang bakso berharap dinas terkait turun tangan untuk meredam isu bakso celeng ini agar tidak semakin menyesatkan,” ungkap slamet seorang pedagang bakso asal wonogiri.

Imbuh Slamet yang mengaku sudah menjalankan bisnis  kuliner bakso selama hampir 10 tahun ini, masyarakat juga mulai berhati-hati untuk memilih tempat makan bakso. Cara mudah untuk membedakan bakso celeng dan bakso sapi adalah amati tekstur, cium aroma, dan curigai jika ada perbedaan harga yang mencolok. (santoz)


Related News