Dukcapil Tebo Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Tahun 2015

Dinas Dukcapil Tebo gelar sosialisasi kebijakan kependudukan tahun 2015
TEBOONLINE.COM, RIMBOULU - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tebo, menggelar Sosialisasi Kebijakan kependudukan tahun anggaran 2015, bertempat di aula Kantor Camat Rimbo Ulu, Rabu (20/5).

Hadir pada acara ini petugas Dinas Dukcapil Kabupaten Tebo, Kades dan perangkatnya, Lurah dan Perangkatnya dalam wilayah Kecamatan Rimbo Bujang dan Kecamatan Rimbo Ulu. Penyaji materi dari Dinas Dukcapil yakni Abdi Hartato, Fery Densi, dan Damsir.                   

Materi yang disampaikan oleh pembicara (Tutor -red) meliputi penjelasan undang - undang atau payung hukum yang menjadi dasar tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Dinas Dukcapil. Penjelasan tentang prosedur pengurusan E-KTP, KK, Akte kelahiran, perpindahan penduduk, surat keterangan kematian, adopsi anak dan lainnya.

" Kita akui ada berkas pengurusan kependudukan baik datangnya dari Desa dan Kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Tebo yang masuk di Dinas Dukcapil terpaksa kita pending, mengingat adanya data persyaratan  pengurusan baik KK, Akte kelahiran, surat pindah dan lainnya masih belum lengkap," papar Feri Densi Bidang pendataan Dinas Dukcapil Tebo, pada pemaparannya.    

Ditambahkan oleh Abdi Hartarto Bidang urusan KK dan KTP Dinas Dukcapil Tebo, menurutnya sesuai hasil evaluasi masih banyak masyarakat di Kabupaten Tebo masih banyak yang belum mempunyai KK dan E-KTP. Pasalnya, menurut informasi dari bawah baik dari tingkat Desa dan Kelurahan masih banyak warga sudah lama berdomisili di wilayah Kabupaten Tebo, tetapi tidak mempunyai identitas diri, kebanyakan mereka adalah pendatang dari luar Kabupaten Tebo dan bahkan dari luar Provinsi Jambi.

Sementara, mereka ini mau mengurus KTP dan KK di wilayah Kabupaten Tebo, harus mengambil surat keterangan kependudukan (surat pindah -red) dari daerah asalnya. Dan kebanyakan mereka ini enggan mengambil surat keterangan kependudukan dari daerah asalnya, dengan alasan klasik seperti tempat asalnya cukup jauh dan tidak punya biaya perjalanan.

" Kita berharap, agar masyarakat mengikuti prosedur dalam mengurus masalah kependudukan, karena sebagai warga negara Indonesia sangat penting dan wajib memiliki tanda kependudukan seperti, akte kelahiran, KTP, KK dan data kependudukan lainnya," jelas Abdi Hartarto, yang diaminkan oleh Damsir petugas Dinas Dukcapil Tebo.      

Sementara itu, peserta sosialisasi, Lurah Wirotho Agung Soedjarijo, dalam ruang tanya jawab menyampaikan masalah kependudukan di wilayahnya, seperti banyaknya warga di Wirotho Agung yang belum mempunyai E-KTP dan KK, padahal mereka sudah lama bahkan sudah ada belasan tahun berdomisili di Wirotho Agung.

Ironisnya. mereka ini tidak mempunyai identitas kependudukan. Ketika mereka mendatangi Kantor Lurah mau mengurus KK maupun KTP, terpaksa pihak Kelurahan tidak bisa melayaninya. Terkecuali, yang bersangkutan harus mengambil surat pengantar atau surat pindah dari daerah asalnya. (asa)                            

Related News