Disinyalir, Ada Mucikari PSK Anak Dibawah Umur Di Rimbo Bujang

TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Tanah air baru – baru ini tengah digemparkan dengan terungkapnya kasus mucikari artis Pekerja Seks Komersial (PSK) dan persoalan itu pun menjadi perbincangan hangat disemua kalangan. 

Diawali dari kasus di Jakarta itu, Teboonline.com sengaja mengungkap persoalan yang sama.

Kecamatan Rimbo Bujang, selama ini dikenal dengan menjamurnya tempat – tempat hiburan malam dan Warung Remang – remang (Warem) yang menyediakan PSK. PSK tersebut disediakan oleh bos dari tempat hiburan malam tersebut untuk menemani minum hingga pelayanan plus – plus para lelaki hidung belang. 

Hal ini, sudah tidak menjadi rahasia umum lagi. Namun, yang lebih mengejutkan lagi, Kecamatan Rimbo Bujang sebagai daerah central ekonomi Kabupaten Tebo, disinyalir terdapat jaringan PSK Anak yang masih dibawah umur. Jaringan tersebut dikomandoi oleh seorang Mucikari alias Gremo.

Informasi yang berhasil dirangkum Teboonline.com dari beberapa nara sumber yang layak dipercaya menyebutkan, bahwa Mucikari tersebut berinisial IN, ada beberapa orang anak asuhnya dan system kerjanya secara Freelance. Kapan ada tamu, pada waktu itulah anak asuhnya bekerja.

“ IN itu gremo, anak buahnya anak – anak masih dibawah umur, malah anaknya sendiri namanya DW diduga pernah dijual Perawannya seharga Rp 2 Juta, disaat itu DW dijebak di Hotel sama IN makanya DW mau tak mau harus mau,” ujar nara sumber yang enggan disebut namanya.

Berdasarkan informasi itu, Teboonline.com melakukan investigasi ke lapangan. Adanya informasi yang menyebutkan IN adalah seorang Mucikari anak dibawah umur, diperkuat dengan adanya anak – anak perempuan dibawah umur yang ditampung di rumah kontrakannya yakni di jaln 3 Kelurahan Wirotho Agung.

Hal itu terungkap beberapa minggu yang lalu saat rumah yang didiami oleh IN digrebek oleh warga setempat. Penggrebekan yang dilakukan dua kali pada waktu yang berbeda Sekitar pukul 24.00 WIB, didalam rumah IN ditemui 3 anak perempuan yang masih dibawah umur.

Selain 3 anak perempuan tersebut, ada 6 orang Laki – laki dan minuman Tuak. Warga setempat kemudian mengarak mereka ke rumah Ketua RT setempat. Mereka didenda adat dua ekor Kambing sesuai Peraturan Jalur yang ada karena mereka sudah meresahkan lingkungan karena mereka diketahui berpasangan tanpa ada ikatakan perkawinan atau keluarga didalam rumah pada pukul 24.00 WIB.

Paska kejadian itu, IN diusir oleh warga setempat dari rumah kontrakannya tersebut karena dinilai telah berulang kali berbuat onar dan meresahkan masyarakat. (crew/husni/santoz)    

Related News