Diduga Pakai SK Bodong, Supartini Diangkat Jadi CPNS Jalur K2 Di SDN 126 Perintis


TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Lagi – lagi, persoalan dalam pengangkatan CPNS dari jalur tenaga honorer Kategori 2 di Kabupaten Tebo kembali terungkap. Kali ini, terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpor) Kabupaten Tebo. Tepatnya, di SDN 126/VIII Perintis Kecamatan Rimbo Bujang.

Di SDN 126/VIII Perintis, ada dua orang Guru yang diangkat menjadi CPNS dari jalur honorer K2. Salah satu diantaranya adalah Supartini, ia baru saja mengikuti prajabatan CPNS di Jambi. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Teboonline.com dilapangan menyebutkan, Supartini diketahui mulai mengajar pada tahun 2007 disalah satu SD yang ada di desa Sumber Sari Kecamatan Rimbo Ulu dan pernah berpindah – pindah mengajar dari SD tersebut ke SD lainnya.

Dari petualangannya menjadi seorang Guru SD, terakhir Supartini pindah mengajar dan tercatat sebagai tenaga pendidik di SDN 126/VIII Perintis. Kemudian, ketika ada penerimaan CPNS jalur tenaga honorer K2 Kabupaten Tebo, Supartini turut serta memasukan bahan dan dari beberapa tahapan ferifikasi yang dilakukan oleh pihak BKD Kabupaten Tebo, nama Supartini menjadi salah satu diantaranya yang lolos ferifikasi hingga NIP CPNSnya keluar.

Sementara, sesuai Keputusan Kemen PAN RB, Guru yang memenuhi syarat untuk masuk dalam data base honorer K2 adalah Guru yang mulai mengajar pada tanggal 1 Januari 2005 dan tidak pernah putus dalam masa tugasnya hingga sekarang.

Yang menjadi pertanyaan adalah, dari mana SK mengajar tahun 2005 dan 2006 atas nama Supartini. Sementara, pada tahun tersebut Supartini belum tercatat sebagai seorang tenaga pendidik. Dapat disimpulkan bahwa, dua SK milik Supartini tersebut yang ditanda tangani oleh pejabat Kepala Sekolah diduga adalah SK bodong atau pemalsuan dokumen. Sementara, SK yang diduga bodong tersebut digunakan sebagai pelengkap administrasi dalam pengangkatan CPNS.

Supartini, saat ditemui Teboonline.com di SDN 126/VIII Perintis mengatakan bahwa, ia diangkat menjadi CPNS jalur K2 sudah sesuai prosedur dan ia mengaku mulai mengajar memang benar – benar dari tahun 2005.

“ Saya mengajar dari tahun 2005 dan Kepala Sekolah pada saat itu Pak Azhar siap bertanggung jawab karena Pak Azhar yang buatkan SK. Pak Azhar sekarang sudah pindah ke Bungo, saya siap mempertanggung jawabkan SK saya,” jelas Supartini saat dikonfirmasi, Senin (11/5). (husni/fal)

Related News