Rampok Bersenpi Gebuk PNS Hingga Tewas

TEBOONLINE.COM, TEBOULU - Kawanan rampok kembali beraksi di wilayah hukum Polres Tebo. Kali ini terjadi di Desa Rantau Langkap Kecamatan Rimbo Ulu, pada Selasa malam (14/4) pukul 20.30 Wib yang menyebabkan korban tewas.

Sementara itu, dari hasil pengejaran Sat Reskrim Polres Tebo, mobil tersangka AVP warna Silver dengan Nopol BE 2878 ND ditemukan telah ditinggal dalam kebun sawit.

Kapolres Tebo melalui Kasat Reskrim, Ridwan Hutagaol pada Rabu (15/4) mengatakan bahwa pengejaran terhadap tersangka terus dilakukan, dan dari hasil penyusuran ditemukan kendaraan tersangka berupa AVP berwarna silver dengan Nopol BE 2878 ND ditemukan dalam
Kebun sawit di Kecamatan VII Koto.


"Kita masih mengejar pelaku, yang kita temukan mobilnya didalam kebun sawit Kecamatan VII Koto," ungkap Ridwan Hutagaol pada Teboonline.com.


Lebih jauh dijelaskannya lagi, bahwa kronologis kejadian perampokan terhadap pasangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini, yaitu pada Selasa (14/4) Pukul 19.30 Wib suami korban, Parmidi membeli rokok di toko, kemudian beberapa saat kembali ke rumah, dan saat memasukan motor tiba-tiba  6 orang pelaku menodongkan pistol ke arah korban.


"Dari hasil pemeriksaan, saat korban ditodong dia juga diancam dengan kalimat jangan bergerak, kemudian 3 orang pelaku mengikat tangan dan kaki suami korban menggunakan tali plastik rapia dengan menutup mata serta mulut korban dengan lakban hitam," terang Kasat Reskrim.


Lanjutnya lagi, saat suami korban telah diikat dan tidak berdaya, pelaku membongkar lemari milik korban dan melakukan pemukulan kepada isteri korban, Samsiah yang mengakibatkan korban bernama Samsiah ini meninggal dunia.


"Setelah berhasil mendapatkan barang rampokan, pelaku melarikan diri dengan mobil AVP warna silver," jelasnya.


Adapun identitas korban yang meninggal dunia ini bernama Samsiah bin satdiah berusia 50 tahun warga Desa Rantau Langkap Kecamatan Tebo Ulu dengan status kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SD 08 Tebo Ulu. Sedangkan suami korban yaitu Parmidi bin Muhammad Tanggar berusia 55 Tahun yang bekerja sebagai PNS di SMK Negeri 7.


"Saksi atas kejadian ini telah kita periksa, mereka adalah Abumashur dan Hamad Rasidin dan suami korban, dari pemeriksaan pun diketahui pelaku berjumlah enam orang dengan menggunakan Senjata Api pendek," imbuhnya.


Sementara itu, barang bukti yang berhasil ditemukan oleh Tim Reskrim yaitu adalah lakban berwarna hitam, tali rapi warna merah, bantal korban, jilbab warnah hitam, daster merah hati, baju kaos kerah hitam, serta celana training hitam les merah.


"Kalau untuk kerugian korban yang berhasil dibawa rampok itu adalah emas kurang lebih 8 suku, uang kurang lebih 10 juta, leptop Tosiba 14 inci, dan hp nokia kamera. Total kerugian diperkirakan sekitar 40 juta,"pungkasnya. (husni)

Related News